Tim nasional

Melawan Vietnam Harus Lebih Sabar

Kompas.com - 12/10/2012, 03:31 WIB

Jakarta, Kompas - Uji coba melawan Vietnam di Hanoi pada 16 Oktober akan menjadi ujian organisasi permainan dan mental pemain tim Indonesia. Tim ”Garuda” harus bermain lebih sabar dalam menyerang dan disiplin dalam transisi dari menyerang ke bertahan.

Permainan kolektif dan kedisiplinan menjalankan strategi pelatih menjadi kunci meredam permainan Vietnam, yang cepat dan agresif menekan lawan saat kehilangan bola. Vietnam akan lebih berbahaya saat tampil di kandang dibandingkan saat menahan Indonesia, 0-0, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 15 September. Sayap serang Pham Thanh Luong yang mengesankan di SEA Games 2011 akan kembali menjadi penggedor pertahanan Indonesia.

”Mereka selalu melakukan pressing, sangat cepat saat menyerang, dan kompak. Kita harus lebih cepat dalam transisi. Kalau terlambat, akan sangat berbahaya. Karena itu, di Vietnam nanti kita harus bermain lebih sabar,” ujar Taufik, gelandang tim Garuda, Kamis (11/10).

Pemain klub Persebaya Surabaya itu menilai, kesabaran membangun permainan sangat penting karena Vietnam juga bertahan sangat disiplin. Di Surabaya, gempuran bertubi-tubi ke area pertahanan Vietnam tidak membuahkan gol.

Urgensi transisi

Pelatih tim nasional Indonesia Nil Maizar mengakui, transisi permainan dari menyerang ke bertahan dan bertahan ke menyerang sangat penting. Vietnam akan bermain lebih agresif saat bermain di kandang dan membutuhkan transisi yang baik.

”Saat di Surabaya, mereka mengandalkan serangan balik. Saat di kandang, saya kira mereka akan lebih menyerang,” ujar Nil.

Mengenai transisi permainan, Nil menilai ada perbaikan. Pematangan transisi ini digenjot dalam empat hari terakhir.

Mengenai 11 pemain yang akan turun pertama, Nil belum membeberkan. Namun, skuad inti diperkirakan tak jauh berbeda dari sejumlah uji coba sebelumnya.

Taufik dan Vendry Mofu yang memiliki VO2 Max 60, tertinggi dalam skuad tim nasional, mungkin akan kembali berduet di lini tengah. Nil kemungkinan akan menjajal duet Irfan Bachdim dan pemain PSM Makassar, M Rahmad, di lini depan. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau