Pria Tak Berbulu Dada Lebih Digemari Wanita

Kompas.com - 12/10/2012, 11:16 WIB

KOMPAS.com - Pria dengan bulu dada yang lebat ala Tom Selleck atau Pierce Brosnan dulu sangat digilai kaum perempuan. Sebab bulu-bulu di dada, lengan, dan kaki memang memberi kesan maskulin pada pria. Namun tren masa kini sudah berubah. Para peneliti dari Trnava University di Slowakia mengungkapkan bahwa mayoritas perempuan (80 persen) kini lebih suka dengan pria-pria yang bodinya tidak banyak ditumbuhi rambut.

Untuk membuktikan fakta tersebut, peneliti membawa seorang pria dengan dada berbulu dan menunjukkannya pada para wanita. Kemudian, pria tersebut diminta mencukur bulu dadanya. Kembali, pria tersebut ditunjukkan pada para wanita, dan para wanita diminta memberikan pendapat mengenai penampilan pria tersebut. Ternyata, hanya 20 persen wanita yang menyukai pria tersebut dengan dada berbulu.

Tidak diungkapkan mengapa sekarang kaum perempuan berbalik menyukai pria yang lebih klimis. Namun teori yang paling menonjol adalah, boleh percaya boleh tidak, karena perempuan menghindari kutu yang gemar bersarang di bulu dada pria. Hasil studi ini membuktikan bahwa teori tersebut bisa saja salah, karena perempuan memilih pria yang tak berbulu, terlepas dari risiko parasit yang mungkin terjadi.

Risiko parasit memang dipertimbangkan, karena studi ini mengambil sampel dari Turki dan Slowakia, negara-negara dengan ancaman parasit yang berbeda. Di kedua negara tersebut, kaum perempuannya memilih pria dengan dada yang licin.

"Menurut pandangan evolusioner, pria yang tak berbulu lebih menjadi pilihan, khususnya di area-area atau budaya-budaya dengan ancaman parasit yang tinggi, yang artinya lebih dekat ke daerah khatulistiwa di mana parasitnya paling tinggi," papar Pavol Prokop, profesor bidang biologi di Trnava University.

Prokop menambahkan, negara yang dibandingkan dalam studi ini memang hanya dua, namun ternyata mereka tidak menemukan perbedaan dalam pilihan kaum wanitanya. Meski begitu, para peneliti juga berniat mengadakan studi ini di negara dengan budaya yang berbeda. Siapa tahu akan ada bedanya.

Baca juga:
Pria "Biasa-biasa" Kini Lebih Dicari
Pria Bersuara Berat Spermanya Kurang "Macho"
Pria Seniman Lebih Sensual?
Pria Macho Susah Diajak Hidup Susah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau