Pelantikan Jokowi, Pedagang Pun Dilobi...

Kompas.com - 12/10/2012, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Waktu pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama tinggal menghitung hari. Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta memutuskan pelantikan keduanya akan dilaksanakan pada Senin (15/10/2012) pekan depan. Sejumlah persiapan mulai dilakukan. Diawali dengan disebarnya 2.000 undangan, geladi kotor acara pelantikan, dan tak ketinggalan melobi para pedagang yang sehari-hari mangkal di depan Gedung DPRD.

Pelobian pedagang itu dilakukan oleh pihak DPRD DKI Jakarta. Tujuannya untuk menyajikan jajanan gratis bagi warga yang hadir langsung di lokasi saat acara pelantikan digelar. Diah (50), seorang pedagang minuman botol di Jalan Kebon Sirih, persis di depan Gedung DPRD, mengatakan, pada Kamis (11/10/2012) kemarin ada dua petugas dari lingkungan DPRD mendatangi para pedagang yang mangkal di area tersebut.

Mereka mengajak para pedagang untuk ikut memeriahkan acara pelantikan dengan menggratiskan seluruh dagangannya. Sebagai kompensasi, seluruh dagangan yang digratiskan saat acara pelantikan Jokowi akan diganti dengan sejumlah uang sesuai dengan harga dan jumlah yang dipesan.

Wanita yang telah berjualan di area ini sejak 1979 itu mengaku bisa menjual ratusan minuman botol setiap harinya. Khusus untuk acara pelantikan, ia meminta diganti harga minuman per botolnya seharga Rp 3.000 untuk tiga jenis minuman botol, yakni Aqua, Teh Botol Sosro, dan Estee.

"Kemarin ada yang datang dari dalam dan berseragam. Kita semua diminta nyiapin fotokopi KTP, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi padahal waktunya udah mepet," kata Diah saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (12/10/2012) siang.

Sama halnya dengan Anto (45), pedagang mi ayam yang telah mulai berdagang di kawasan ini sejak lulus dari bangku sekolah dasar. Secara khusus ia diminta  menyiapkan 100 porsi mi ayam saat pelantikan berlangsung. Padahal, setiap harinya ia bisa menjual 200 porsi dengan harga per mangkuknya Rp 8.000.

"Saya coba minta ditambah pesanannya jadi 150 mangkuk. Kalau nggak bisa, setelah habis 100 mangkuk, saya akan jualan sendiri di luar gedung," tuturnya.

Saat pelantikan Jokowi-Basuki nanti diperkirakan banyak warga yang ingin menyaksikan langsung dari lokasi pelantikan di Gedung DPRD DKI Jakarta. Untuk mengantisipasinya, pihak kepolisian dan dinas perhubungan ikut dilibatkan, termasuk kemungkinan rencana penutupan Jalan Kebon Sirih apabila situasinya tidak memungkinkan untuk dilewati. Pada hari itu, area nonton bareng acara pelantikan juga disiapkan, termasuk gelaran pesta rakyat di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau