Disdik DKI Sarankan Tujuh Siswa Pindah Sekolah Induk

Kompas.com - 12/10/2012, 21:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Jakarta akhirnya menerima guru dari Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menuntut hak pendidikan bagi tujuh siswa Johar Baru yang tak diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Disdik DKI Jakarta, Happy Gustin, mengatakan bahwa SMP Negeri 28 Jakarta sudah tidak lagi dijadikan indukan untuk TKBM. Oleh karena itu, siswa TKBM tidak lagi diterima.

"Untuk peningkatan mutu, SMP Negeri 28 tidak lagi menerima TKBM. Agar tetap terakomodir, kami akan pindahkan ke SMP Negeri 79 yang memang menjadi indukan," kata Happy, di Kantor Disdik DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (12/10/2012).

Ia menjelaskan, lokasi SMP Negeri 79 tidak terlalu jauh dari SMP Negeri 28 sehingga anak-anak ini tidak akan kesulitan akses menuju sekolah.

Menurutnya, keputusan ini baik dilakukan mengingat anak-anak ini memang butuh bersekolah. Menanggapi hal tersebut, guru TKBM Johar Baru Helmi Ariestiani, mengatakan tidak pernah mengetahui bahwa SMA Negeri 28 sudah tidak lagi menjadi indukan TKMB karena ingin meningkatkan kualitas dan kinerja sekolahnya.

"Waktu itu alasannya bukan itu. Alasannya karena gedung direnovasi dan tidak ada kelas. Apalagi masalah kualitas, kepala sekolah tak pernah menyinggung itu," ujar Helmi.

Kendati demikian, ia menerima keputusan ini untuk sementara. Jika anak-anak didiknya merasa keberatan berada di SMP Negeri 79 yang letaknya jauh dan membutuhkan biaya transport besar maka pihaknya akan meminta solusi agar anak-anak ini tidak menjadi korban dari birokrasi.

"Kami lihat dulu anak-anak. Setidaknya sudah ada jaminan bagi mereka untuk memiliki ijazah yang diakui nantinya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau