Kasus kematian alawy

Hasil Rekonstruksi Munculkan Tersangka Baru

Kompas.com - 12/10/2012, 23:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rekonstruksi peristiwa tawuran antara siswa SMA Negeri 6 dan siswa SMA Negeri 70 yang menewaskan siswa SMA Negeri 6, Alawy Yusianto, membuka munculnya dua tersangka baru selain FR. Dua tersangka baru itu muncul setelah 19 adegan yang saling berhubungan dijalani dalam rekonstruksi pada Jumat (12/10/2012) petang hingga malam di lantai empat Gedung Polres Metro Jakarta Selatan.

"Seorang tersangka membawa alat setrum listrik untuk melumpuhkan lawan, sedangkan siswa lainnya membawa besi tajam yang digunakan sebagai senjata dalam tawuran yang menewaskan almarhum," ujar Nazaruddin, kuasa hukum FR, Jumat malam, saat dihubungi melalui telepon.

Keduanya, tambah Nazaruddin, belum pernah diperiksa penyidik dan hadir dalam pemeriksaan. "Mungkin baru minggu depan diperiksa dan dijadikan tersangka," tambahnya.

Menurut informasi yang berkembang di Polres Metro Jakarta Selatan, siswa pembawa alat setrum disebut-sebut salah seorang anggota Komite Sekolah. Demikian pula siswa lainnya.

Kepala Satuan Serse Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Hermawan saat dikonfirmasi belum mengetahui kepastian akan adanya tersangka baru dalam pengembangan kasus tawuran yang menewaskan Alaway. "Dari hasil rekonstruksi memang ternyata pelaku (FR) bersama-sama dengan yang lain terlibat tawuran dan akhirnya menewaskan korban," katanya.

Hermawan membenarkan minggu depan akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap FR dan saksi lainnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau