JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada penutupan perdagangan Sabtu (13/10/2012), harga minyak mentah di NYMEX kembali melemah. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, turun 21 sen menjadi ditutup pada 91,86 dollar AS per barrel. Minyak mentah Brent North Sea untuk November juga merosot 1,09 dollar AS menjadi 114,73 dollar AS per barrel pada akhir perdagangan London.
Pelemahan harga minyak mentah terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global. Hal itu memicu aksi spekulasi, apalagi setelah muncul kekhawatiran geopolitik di Suriah.
IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 500.000 barrel per hari untuk 2011-2016 di tengah sebuah pelambatan ekonomi global. IEA memperkirakan permintaan untuk minyak global tumbuh setengah juta barrel per hari, kurang dari perkiraan sebelumnya sampai 2016.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang