Wisnu, Asisten Staf Khusus Presiden, Negatif Narkoba

Kompas.com - 14/10/2012, 15:52 WIB

Catatan Redaksi:
Berita ini telah diklarifikasi oleh Bank Kalsel maupun Polda Metro Jaya. Berita klarifikasinya bisa dibaca di sini.

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan hasil tes urine Wisnu Agung Prasetya, Asisten Staf Khusus Presiden, negatif narkoba.

"Setelah keduanya ditangkap yakni Wisnu dan Yudi, dilakukan tes urine terhadap keduanya. Hasil tesnya, untuk Wisnu negatif narkoba, Yudi positif narkoba," katanya, Minggu (14/10/2012) siang.

Menurut Rikwato, Wisnu tetap menjadi saksi untuk kasus pemilikan narkoba dan senjata api tanpa izin dengan tersangka Yudi Setiawan. "Kasus narkoba dan senjata api, tetap ditangani Polda Metro Jaya," tambahnya.

Yudi ditangkap bersama Wisnu Agung Prasetya, di Apartemen Sudirman, pada Rabu (10/10) sekitar pukul 13.00 WIB oleh tim dari Polda Kalimantan Selatan dan Polda Metro Jaya.

Awalnya, orang yang ingin ditangkap adalah Yudi, tersangka kasus penyalahgunaan wewenang di Bank Kalsel yang ditangani Polda Kalsel. Diduga Yudi, salah seorang direktur bank tersebut, membobol banknya hingga miliaran rupiah. "Yudi sudah dibawa ke Polda Kalsel pada 11 Oktober lalu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau