Untuk Nikah, Eddies Adelia Pilih Kebaya Muslim Jawa Modern

Kompas.com - 14/10/2012, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Eddies Adelia tak mau melepas identitas Jawa-nya saat melangsungkan pernikahannya dengan pengusaha Ferry Setiawan pada akhir Oktober 2012. Karena itu, Eddies memilih kebaya muslim Jawa modern.

"Temanya, karena saya orang Jawa, ibu saya orang Jawa, dan calon suami saya Jawa-Sunda, jadi kami ambil tengahnya saja, Jawa. Ini untuk melestarikan adat Jawa, jadi pakemnya Jawa," kata perempuan bernama lahir Ronia Ismawati Nur Azizah ini ketika mengepas kebaya pernikahannya di butik Djoko Sasongko, Gang Barkah, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (14/10/2012).

Ditangani oleh perancang kebaya Djoko Sasongko, kebaya pernikahan Eddies menjadi tampak anggun. Eddies merasa Djoko tahu apa yang diinginkannya.

"Pilihan saya ke Mas Djoko karena saya sudah berteman lama. Dia sudah tahu aku suka kebaya Jawa yang modern. Karena kebetulan Mas Joko orang Surabaya, beliau gambar sendiri, jadi nanti pas di hari bersejarahku aku tampil dengan kebaya muslim Jawa yang modern," terang Eddies.

Eddies, yang kini berhijab, merasa puas dengan rancangan kebaya modern yang bisa dikenakan pada upacara adat itu. "Menggunakan adat pakem Jawa, tapi muslim. Dengan saya berhijrah dengan busana yang hijab ini, tidak menghalangi saya untuk adat Jawa," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau