Ibadah haji

1,5 Juta Jemaah Mulai Padati Mekkah

Kompas.com - 14/10/2012, 21:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota  Suci Mekkah sudah  mulai padat. Hampir 1,5 juta calon jemaah haji (calhaj) dari seluruh dunia sudah berdatangan di kota itu.

Puncaknya akan  terjadi nanti menjelang closing date (waktu penutupan) Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
        
Hal itu disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat, ketika dihubungi semalam. "Sekarang ini sudah mulai padat. Hampir 1,5 juta calhaj dari seluruh dunia sudah berdatangan," kata Arsyad.
        
Ia mengatakan, bus-bus yang masuk ke kota itu yang mengantar calhaj dari pemondokan ke Masjidil Haram, atau sebaliknya, tidak selancar pada hari-hari sebelumnya, khususnya di waktu-waktu saat akan salat, atau sesudah salat lima waktu.
      
Karena itu, Arsyad mengimbau kepada para calhaj Indonesia agar mau bersabar. Setelah salat lima waktu jangan buru-buru meninggalkan masjid, untuk memberikan kesempatan kepada calhaj dari negara lain pulang. Setelah jalan agak sedikit lengang baru meninggalkan Masjidil Haram.
      
"Sebab kalau calhaj Indonesia berbarengan pulang dengan mereka, maka dikhawatirkan akan terjebak dalam kemacetan. Karenanya, calhaj kita menunggu saja dulu di masjid, setelah jalan lengang baru pulang ke pemondokan," papar Arsyad.
      
Ia mengatakan, sampai Jumat malam calhaj Indonesia yang masuk kota Mekkah sudah lebih dari 116.000 orang.

Arsyad menjelaskan, cuaca di kota Mekkah sekarang ini 39 derajat celcius di siang hari  dan pada malam hari  29 derajat.

 

 

Sumber: haji.kemenag.co.id

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau