Energi

Cadangan Panas Bumi Ditemukan

Kompas.com - 15/10/2012, 05:21 WIB

Jakarta, Kompas - PT Pertamina (Persero), melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy, menemukan cadangan baru panas bumi di Lapangan Hululais, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi panas bumi perseroan tersebut.

”Proyek ini menambah pemanfaatan sumber energi panas bumi untuk pembangkit listrik, dan diandalkan untuk membantu mengatasi kekurangan kebutuhan listrik di Bengkulu dan sekitarnya,” kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir, Minggu (14/10), di Jakarta.

Temuan cadangan baru itu dibuktikan oleh keberhasilan pemboran sumur HLS C-1, dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 5 megawatt electrical (MWe). Proyek ini diproyeksikan memasok uap untuk pembangkitan listrik berkapasitas 2 x 55 MWe yang direncanakan mulai beroperasi pada 2014.

Ali Mundakir juga mengemukakan, PT Pertamina bekerja sama dengan PT Pura Barutama Kudus, Jawa Tengah, membangun kilang treated distillate aromatic extract (TDAE) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri ban dan karet sintetis dalam negeri.

”TDAE itu ditargetkan dapat diproduksi paling cepat pada akhir 2014,” kata Ali.

Direktur Utama PT Pura Barutama Jacobus Busono mengatakan, pembangunan kilang TDAE di Cilacap, Jawa Tengah, yang berbasis pada teknologi dan inovasi bertujuan mendorong kemandirian industri nasional.

”PT Pura Barutama memutuskan untuk berinvestasi bersama PT Pertamina karena adanya keterjaminan teknologi proses dan bahan baku, yaitu minarex, yang akan diproses menjadi TDAE. Apabila kilang ini beroperasi, maka industri ban dan karet sintetis nasional tidak perlu lagi mengimpor TDAE dari luar negeri,” kata Jacobus.

(EVY/SON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau