Jakarta, Kompas
”Proyek ini menambah pemanfaatan sumber energi panas bumi untuk pembangkit listrik, dan diandalkan untuk membantu mengatasi kekurangan kebutuhan listrik di Bengkulu dan sekitarnya,” kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir, Minggu (14/10), di Jakarta.
Temuan cadangan baru itu dibuktikan oleh keberhasilan pemboran sumur HLS C-1, dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 5 megawatt electrical (MWe). Proyek ini diproyeksikan memasok uap untuk pembangkitan listrik berkapasitas 2 x 55 MWe yang direncanakan mulai beroperasi pada 2014.
Ali Mundakir juga mengemukakan, PT Pertamina bekerja sama dengan PT Pura Barutama Kudus, Jawa Tengah, membangun kilang treated distillate aromatic extract (TDAE) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri ban dan karet sintetis dalam negeri.
”TDAE itu ditargetkan dapat diproduksi paling cepat pada akhir 2014,” kata Ali.
Direktur Utama PT Pura Barutama Jacobus Busono mengatakan, pembangunan kilang TDAE di Cilacap, Jawa Tengah, yang berbasis pada teknologi dan inovasi bertujuan mendorong kemandirian industri nasional.
”PT Pura Barutama memutuskan untuk berinvestasi bersama PT Pertamina karena adanya keterjaminan teknologi proses dan bahan baku, yaitu minarex, yang akan diproses menjadi TDAE. Apabila kilang ini beroperasi, maka industri ban dan karet sintetis nasional tidak perlu lagi mengimpor TDAE dari luar negeri,” kata Jacobus.