JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali tertekan di awal pekan ini, Senin (15/10/2012). Sentimen positif dari pasar keuangan Asia diharapkan mampu menahan tekanan itu.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat tajam kembali ke Rp 9.578 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Penguatan juga terjadi pada bursa Asia termasuk bursa Indonesia (IHSG) naik 0,62 persen menjadi 4.311,39. Sedangkan harga minyak mentah ditutup turun. Harga Brent menjadi 114,21 dollar AS per barrel (-2,1 persen) dan harga WTI turun menjadi 91,86 dollar AS per barrel (-0,23 persen).
Pasar global ditutup variatif pada akhir perdagangan pekan lalu. Pasar Asia cenderung naik pada perdagangan hari ini meski indeks future terindikasi bergerak variatif.
Beberapa berita positif di Asia di antaranya ekspor China September yang tumbuh 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy), lebih tinggi dari perkiraan 5,5 persen yoy. Sedangkan impor tumbuh 2,4 persen yoy. Neto ekspor-impor memberikan surplus perdagangan sebesar 27,7 miliar dollar AS.
"Rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp 9.580 dan Rp.9.590 per dollar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang