JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah atas dollar AS diperkirakan melemah pada perdagangan Senin (15/10/2012). Tekanan antara lain datan dari kebutuhan importir atas dollar AS di pekan ketiga Oktober ini.
Menutup pekan lalu, rupiah ditutup melemah di level Rp 9.577 per dollar AS dari level pembukaan di Rp 9.575 per dollar AS. Rupiah bergerak di rentang Rp 9.575-9.605 per dollar AS. Ditutupnya bursa IHSG di zona hijau turut menopang penguatan rupiah pada akhir pekan kemarin.
Bank Indonesia terlihat beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mengurangi volatilitas dollar AS terhadap rupiah. Riset BNI Treasury memprediksi hari ini nilai tukar rupiah akan bergerak melemah.
Rilis data producer price index AS yang lebih baik dari ekspektasi pada Jumat malam lalu diperkirakan akan mengeskalasi dollar AS pagi ini. Non Deliver Forward dollar AS satu bulan di pasar offshore pagi ini dibuka naik di level Rp 9.665-9.683 dollar AS diperkirakan akan menambah tekanan dollar AS terhadap rupiah.
Tingginya permintaan asing untuk keperluan impor potensi akan menambah tekanan terhadap rupiah. Kebutuhan dollar AS diproyeksikan masih akan terus terjadi seiring prospek ekonomi domestik yang kuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang