PM Gillard Diam-diam Kunjungi Afganistan

Kompas.com - 15/10/2012, 10:37 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Julia Gillard melakukan kunjungan diam-diam ke Afganistan untuk meminta jaminan dari sejawatnya, Presiden Hamid Karzai, bahwa semua upaya untuk mencegah terulangnya kasus 'serangan orang dalam' akan ditempuh.

PM Gillard bertemu Presiden Karzai hari Minggu (14/10) di Kabul dan kemudian menemui pasukan Australia dalam sebuah acara barbecue di pangkalan mereka di Tarin Kowt.

Kunjungan ini merupakan bentuk keprihatinan atas terjadinya rangkaian aksi yang dijuluki 'serangan hijau terhadap biru' yang dilakukan aparat militer berseragam Afganistan dengan sasaran sejawatnya sendiri, tentara sekutu internasional yang ditugaskan ke negeri penuh konflik itu.

NATO belum berhasil meredakan aksi semacam ini dimana beberapa bulan terakhir serangan makin sering terjadi.

"Saya sampaikan pada Presiden Karzai kekhawatiran kita tentang serangan orang dalam ini dan saya minta jaminan apa pun yang bisa dilakukan akan dilakukan," kata PM Gillard kepada wartawan.

"Beliau mengatakan beberapa langkah yang telah diambil oleh tentara Afganistan terkait hal ini. Saya juga membicarakan hal yang sama dengan Gubernur Provinsi Uruzgan dimana para tentara kita bertugas."

Pada tanggal 30 Agustus lalu, pasukan Australia mengalami hari terburuknya dalam sejarah peperangan sejak Perang Vietnam dimana lima tentara tewas akibat serangan dalam dua insiden terpisah di Afganistan.

Termasuk dalam kejadian itu adalah tewasnya tiga tentara akibat 'serangan orang dalam' yang dilakukan seorang prajurit Afganistan. Akibatnya sejak diterjunkan ke negeri itu, sudah 38 nyawa tentara Australia hilang dalam konflik setempat.

Menurut kantor berita AFP, Australia mulai mengirim pasukan ke Afganistan sejak 2001 dan telah mengumumkan tahun ini akan segera menarik pasukan dari sana tahun depan, lebih awal dari rencana semula karena dianggap telah banyak boleh kemajuan dalam menegakkan keamanan di negeri itu.

PM Gillard mengunjungi Afganistan setelah sebelumnya hadir dalam upacara peringatan tragedi Bom Bali di Indonesia, yang pada tahun 2002 menelan korban 88 jiwa warganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau