Jokowi-Basuki Diminta Tak Jadi Kutu Loncat

Kompas.com - 15/10/2012, 10:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja juga di warnai demo mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Peduli Jakarta (AMPJ) mengawali kinerja Jokowi-Basuki untuk lima tahun kedepan. Mereka meminta semua janji-janji yang telah disampaikan selama kampanye.

"Sebenarnya kami di sini hadir untuk mengawal pelantikan dan berharap Jokowi komitmen dan tidak menjadi kutu loncat dalam birokrasi," kata orator demo Zulfikar, mahasiswa UNJ, di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10/2012).

Setidaknya ada tiga hal yang dituntut mahasiswa yakni pertama Jokowi-Basuki. Pertama, agar tidak pindah lagi dan komitmen selama lima tahun kedepan, kedua realisasi janji yang sudah disampaikan selama kampanye, dan ketiga jangan ada tunggangan partai politik pendukung Jokowi yang mengintervensi pemerintahan.

Koordinator aksi lainnya, Robby Tri Wahyudi, sebelumnya mengingatkan semua janji yang dikatakan Jokowi-Basuki selama masa kampanye. Setelah resmi dilantik, AMPJ akan menuntut janji tersebut, serta mengawasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru.

"Kami mencatat dengan baik semua janji yang disampaikan saat kampanye. Banyak sekali janji manis, dan kami akan menuntutnya," kata Robby.

Ia menguraikan, beberapa janji yang dilontarkan Jokowi-Basuki selama kampanye adalah menghapus pungutan terhadap pedagang kaki lima, menyediakan rumah layak bagi masyarakat, tidak menggunakan pengawalan di jalan, rumah susun dengan sewa murah, membangun infrastruktur transportasi publik dan lain sebagainya.

"Kepada seluruh masyarakat DKI, mari bersama mengawal periode kepemimpinan Jokowi-Basuki agar Jakarta menjadi kota metropolitan yang layak dihuni oleh warganya," ajak Robby.

Di luar itu, puluhan mahasiswa ini juga menuntut Jokowi-Basuki berkomitmen menyelesaikan masa kepemimpinannya sampai lima tahun ke depan. Bersikap adil, netral, dan mampu mewujudkan aparatir pemerintahan yang bersih dari korupsi.

"Kami akan mengawasi terus, dan akan kembali turun untuk menilai 100 hari kinerja Jokowi-Basuki," ujarnya.

Berita terkait lain dapat diikuti di Topik: PELANTIKAN JOKOWI-BASUKI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau