Dengan "Gangnam Style", Siswa Senang, Sekolah Nyaman

Kompas.com - 15/10/2012, 11:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Di sekolah, guru perlu memikirkan cara kreatif yang kontekstual untuk membangun rasa nyaman para pelajar dalam menjalani rutinitas sehari-hari, terutama jika ada insiden kekerasan yang melibatkan para pelajar itu sendiri. Hal ini yang coba dibangun di tengah-tengah ratusan siswa SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 Jakarta pasca-tawuran berdarah antar-pelajar kedua sekolah ini hingga menewaskan Alawy Yusianto Putra, akhir September lalu.

Ketika hendak menerima pelatihan Emotional & Spiritual Quotient (ESQ), Kamis lalu, para pelajar ini diajak untuk menarikan gaya yang tengah populer dari Korea Selatan, Gangnam Style. Tarian ini menjadi pembuka kegiatan pelatihan.

Menurut Direktur Humas ESQ Learning Center Muhammad Hasanuddin Thoyieb, anak-anak sengaja diajak menari untuk membentuk rasa kebersamaan di dalam kelas pelatihan yang digelar di Gedung ESQ Menara 165 di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, itu.

"Yang sedang dilakukan tadi adalah membangun rasa nyaman bagi peserta agar mereka datang ke sini adalah untuk bersenang-senang, biar merasa satu tim di sini," katanya.

Hasanuddin menambahkan, metode tersebut juga dapat diaplikasikan di dalam kelas di ruang belajar oleh para guru. Tak hanya Gangnam Style, guru bisa kreatif memilih sarana lainnya. Diharapkan para siswa senang dan ikhlas menerima setiap materi pelajaran.

"Kebersamaan itu penting untuk menepis ego masing-masing. Dalam dunia pendidikan, hal seperti itu sudah wajar dilakukan," tambahnya.

Menurut Hasanuddin, pelatihan yang diikuti para siswa kelas X itu memang diharapkan mendorong pembentukan karakter anak sehingga tumbuh sebagai anak yang bukan hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga moral dan akhlak.

Hasanuddin menyebutkan ada tiga kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan. Sayangnya, kecenderungan kita masih mengedepankan metode untuk menggali nilai intelektualitas semata, sedangkan untuk membangun modal kompetensi nilai emosi dan spiritual masih rendah. Karena itu, dia berharap pelaksanaan ESQ sampai dengan hari kedua dapat menjadikan peserta jadi pribadi yang utuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau