JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Agama, sebagai penyelenggara haji, berjanji untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi para jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi. Itu mencakup penanganan khusus pada jemaah berisiko tinggi dan memiliki riwayat penyakit.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama RI, Anggito Abimanyu, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (15/10/2012).
"Jemaah lanjut usia (lansia) itu mencapai 20 persen dari total jemaah. Kita dampingi dan pantau keberadaan dan lokasi mereka, termasuk jemaah lain yang punya risiko tinggi karena punya riwayat penyakit," katanya.
Hingga Senin siang, total jemaah haji asal Indonesia yang meninggal di Arab Saudi sebanyak 45 orang. Mereka meninggal di Jeddah (1 orang), Madinah (17 orang), dan di Mekkah (27 orang). Penyebabnya rata-rata akibat usia lanjut atau sakit. Kebetulan, cuaca di Arab Saudi memang panas pada siang hari, bahkan mencapai 40 derajat celsius.
Kementerian Agama saat ini tengah berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Para jemaah lanjut usia diberi pendamping untuk membantu menjaga kesehatan dan pelaksanaan ritual haji. Jemaah yang berisiko tinggi dipantau oleh bagian kesehatan.
"Namun, banyak juga gejala penyakit khusus yang baru ketahuan. Ini juga memerlukan perhatian dan pelayanan tambahan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang