Jokowi: Saya Kebanyakan Ngomong, Jadi Bindeng

Kompas.com - 16/10/2012, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku dalam kondisi fit saat meninjau perkampungan kumuh di tiga wilayah di DKI Jakarta. Tiga perkampungan yang ditinjau oleh pria yang akrab disapa Jokowi itu adalah di Pademangan, Jakarta Utara, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, dan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

"Saya fit banget hari ini. Dalam keadaan prima. Enggak sakit kok," kata Jokowi dalam kunjungannya meninjau Bukit Duri, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Sementara itu, suara Jokowi saat itu terdengar agak bindeng, seperti orang yang sedang sakit flu. Namun dia tetap membantah kurang fit.

"Enggak, saya kebanyakan ngomong ini jadi suaranya begini," kata Jokowi.

Hari ini, Jokowi meninjau tiga wilayah perkampungan di Jakarta. Saat di Pademangan, ia bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

Di Pademangan, ia menelusuri gang Telkom, di mana terdapat saluran air Pademangan V. Melihat saluran yang dangkal, Jokowi kemudian memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membicarakan penanganan saluran yang dangkal. Jokowi pun mengajak ketua RW setempat untuk kerja bakti.

Selain itu, saat ia meninjau Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, ia meninjau Rumah Susun Tanah Tinggi (Rustanti). Ia mengatakan perlu banyak hal yang dibenahi di Rustanti itu.

Sementara saat meninjau Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jokowi berkomunikasi dengan warga setempat. Jokowi memiliki konsep akan membangun sebuah rancangan Kampung Susun Deret.

Dalam kunjungannya ini, Jokowi menggunakan Kijang Innova hitam bernomor polisi B 1123 RFR. Ia tidak menggunkan seragam dinas melainkan kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets berwarna cokelat.

Di dalam mobil tersebut, ia duduk didampingi oleh Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan. Ia mengaku sengaja melakukan peninjauan di pemukiman padat penduduk untuk melihat penataan rumah. Saat tiba Jokowi langsung disambut antusias oleh warga setempat yang telah menunggu sejak pagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau