Penerbangan

Penumpang Garuda dari Korea Selatan Terus Meningkat

Kompas.com - 16/10/2012, 14:41 WIB

SEOUL, KOMPAS.com -- Kunjungan warga Korea Selatan ke Indonesia terus meningkat. Hal ini terlihat antara lain melalui bertumbuhnya jumlah penumpang pesawat dari Bandar Udara Incheon di Korea Selatan dengan tujuan Jakarta dan Denpasar.

Menurut General Manager PT Garuda Indonesia untuk Korea Selatan, Dewa Rai, penumpang pesawat Garuda Indonesia dari Seoul ke Jakarta dalam periode September 2011 hingga September 2012 naik 29 persen menjadi 35.387 penumpang. "Sebanyak 53 persen penumpang tujuan Jakarta merupakan warga Korea Selatan dengan tujuan berbisnis," ujar Dewa di kantor PT Garuda Indonesia, YG Tower, Da-dong, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan, Selasa (16/10/2012).

Sekitar 3.000 perusahaan Korea Selatan membuka kantor di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Hingga akhir tahun ini, Garuda Indonesia menargetkan peningkatan jumlah penumpang 35 persen atau menjadi 66.777 penumpang.

Garuda Indonesia rute Korea Selatan-Jakarta saat ini terbang tujuh kali dalam seminggu dengan pesawat Airbus A330-200. Kompetitor maskapai tersebut adalah Korean Air yang terbang 11 kali dalam seminggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau