PALANGKARAYA, KOMPAS.com -Peringatan Hari Pangan se-Dunia (HPS) Tingkat Nasional di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada 18 -21 Oktober 2012 menelan biaya hingga Rp 12,5 miliar. Meski biaya sudah dianggarkan sebesar itu, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang merasa kecewa.
"Saya kecewa karena ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono," kata Teras di Palangkaraya, Selasa (16/10/2012). Dana tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Kalteng sebesar Rp 11 miliar dan pemerintah pusat sebesar Rp 1,5 miliar.
Pemprov Kalteng menyediakan dana untuk fasilitas utama seperti infrastruktur, tenda, dan panggung. Sementara, pemerintah pusat menganggarkan dana untuk fasilitas pelengkap seperti seragam, gelar teknologi, dan menyediakan tempat percontohan tanaman -tanaman yang adaptif terhadap lahan gambut.
"Itulah yang terjadi. Bisa dilihat perbedaan dana yang amat besar. Untuk infrastruktur, kami tak mau presiden melintas di jalan becek. Tapi, presiden pun ternyata tak datang," ujarnya.
Dipilihnya Kalteng sebagai tuan rumah HPS sangat membanggakan. Peristiwa itu dianggap bersejarah, khususnya dalam proses Indonesia menuju kedaulatan dan kemandirian pangan. Teras menyatakan bersyukur Kalteng menjadi lokasi diselenggarakannnya HPS.
Pangan adalah kebutuhan yang sangat penting. "Tapi, saya merasakan kekecewaan yang dalam. Kehadiran presiden atau wakil presiden sangat penting," ujarnya. Kedatangan mereka bisa menjadi momentum untuk memperlihatkan kedaulatan dan kemandirian pangan , khususnya kepada para petani dan nelayan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang