Juara, Bonus Rumah untuk Elie Aiboy dkk

Kompas.com - 16/10/2012, 22:12 WIB

HANOI, KOMPAS.com — Semua pemain tim nasional Indonesia akan mendapat bonus rumah dari Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz jika mereka mampu menjuarai Piala AFF 2012 dan Piala Asia Australia 2015. Demikian dilansir situs resmi PSSI, Selasa (16/10/2012).

Janji bonus rumah Menpera kepada tim "Merah-Putih" itu disampaikan langsung kepada kapten timnas, Elie Aiboy, di Hanoi, Senin (15/10/2012).

"Menpera Djan Faridz menelepon dan berbicara langsung dengan kapten timnas Elie Aiboy. Pak Djan Faridz menyatakan simpati dan apresiasi yang tinggi akan semua perjuangan tim Merah Putih selama ini. Untuk itu, Pak Djan Faridz berjanji akan memberikan bonus rumah kepada semua pemain timnas," kata Habil Marati, Manajer Timnas, seperti dikutip situs resmi PSSI.

Tidak dijelaskan dalam berita tersebut apakah Elie Aiboy dan kawan-kawan harus menjuarai dua ajang sepak bola itu atau salah satu turnamen itu untuk mendapatkan rumah itu. Jika bonus itu hanya diberikan setelah pemain timnas menjuarai Piala AFF 2012 dan juga Piala Asia 2015, persyaratan tersebut tentu sangat sulit—untuk tidak mengatakan "hampir mustahil"—dipenuhi pemain.     

Indonesia belum pernah meraih gelar juara sejak Piala AFF—dulu populer dengan sebutan "Piala Tiger"—itu pertama digulirkan sejak 1996. Ajang Piala Asia jelas jauh lebih berat bagi pemain Indonesia. Dari empat kali tampil di Piala Asia, Indonesia selalu tersingkir dari babak penyisihan grup. Pada Piala Asia terakhir 2011, skuad "Garuda" bahkan tidak lolos ke putaran final.

Selain dijanjikan bonus rumah dari Menteri Perumahan Rakyat, para timnas juga dijanjikan PSSI untuk mengusahakan beasiswa kuliah dari sebuah perguruan tinggi.

"Universitas Gunadarma sudah menetapkan kebijakan beasiswa bagi semua pemain timnas. Itu sangat menggembirakan dan merupakan langkah maju bagi persepakbolaan Indonesia," ujar Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI.

Djohar juga menjanjikan untuk mempermudah para mantan pemain nasional mengambil sertifikat pelatih lisensi AFC.

"PSSI akan membantu sepenuhnya. PSSI akan membantu semua biaya bagi mereka mantan pemain timnas yang ingin mengambil sertifikat pelatih AFC," tambah Djohar.

Indonesia akan bersaing dengan juara bertahan Malaysia, Singapura, serta Laos pada babak penyisihan Piala AFF 2012 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand. Dari delapan ajang Piala AFF, prestasi tertinggi tim "Merah-Putih" baru sebatas menjadi finalis empat kali pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau