Suara Samin Tan Ikut Menentukan Proposal Bakrie

Kompas.com - 17/10/2012, 08:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik di tubuh Grup Bumi Plc belum berakhir. Belum genap seminggu keluarga Bakrie mengajukan proposal penarikan investasi di Bumi Plc, perusahaan investasi yang berbasis di London ini mengumumkan pengunduran diri Nathaniel Rotschild dari jabatan direksi di Bumi Plc.

Nat, begitu Nathaniel disapa, adalah pemilik 11,7 persen saham Bumi Plc. Nat menyatakan menolak proposal keluarga Bakrie. Menurut dia, para pemegang saham diperlakukan tidak adil. Dia bakal menghimpun kekuatan dari kalangan investor minoritas Bumi Plc untuk melawan Bakrie.

Gesekan antara Nat dan keluarga Bakrie bukan pertama kali. Kedua pihak sudah bersitegang sejak akhir 2011. Kala itu, keluarga Bakrie mengundang masuk Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, ke Bumi Plc. Nat memprotes keputusan itu.

Toh, Borneo tetap menginvestasikan dana 1 miliar dollar AS dan secara tak langsung menguasai 23,8 persen saham Bumi Plc. Porsi itu juga setara dengan kepemilikan keluarga Bakrie di Bumi Plc.

Transaksi ini menghasilkan perubahan susunan kepengurusan di Bumi Plc. Samin Tan menduduki jabatan Chairman  di induk usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Setelah mereda, ketegangan muncul lagi saat Bumi Plc tiba-tiba mengeluarkan pernyataan mengejutkan di media massa. Perusahaan yang tercatat di Bursa London ini berniat menginvestigasi anak usahanya, BUMI dan BRAU. Alasannya, ada kejanggalan di laporan keuangan BUMI dan BRAU.

Investigasi itu berbuntut panjang, Keluarga Bakrie meresponsnya dengan keputusan menarik seluruh investasinya di Bumi Plc. Dalam proposal yang diajukan pada 11 Oktober lalu, Grup Bakrie ingin menukar 23,8 persen saham Bumi Plc dengan 10,3 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sisa saham Bumi Plc di BUMI yang sebanyak 18,9 persen atau 278,3 juta dollar AS akan dibeli kembali (buyback) secara tunai. Grup Bakrie pun juga akan mengambil alih seluruh kepemilikan saham Bumi Plc di BRAU yang sebanyak 84,7 persen senilai 957 juta dollar AS. Jika proposal disetujui, Bumi Plc akan menerima 1,22 miliar dollar as dari Grup Bakrie.

Proposal keluarga Bakrie akan dibawa ke rapat umum pemegang saham Bumi Plc. Nat rupanya tak tinggal diam. Untuk menolak proposal Bakrie, Nat perlu menyusun kekuatan dan menggandeng pemegang saham Bumi Plc yang lain.

Yang pasti, kunci persetujuan proposal Bakrie berada di tangan Samin Tan. Sebagai salah satu pengendali, menguasai 23,8 persen saham Bumi Plc, suara Samin Tan sangat berpengaruh.

Samin Tan belum bisa dimintai konfirmasinya hingga kemarin. Yang pasti, Kenneth Raymond Allan, Direktur Borneo Lumbung Energi, mengisyaratkan Samin Tan tetap bertahan di Bumi Plc. Dia juga tak keberatan dengan proposal Bakrie. "Dana dari Bakrie bisa digunakan untuk akuisisi strategis," ungkap Allan.

Sejumlah analis juga mengindikasikan Samin Tan menyetujui proposal itu. "Dari sisi pricing sebenarnya kurang menarik," ujar Janson Nasrial, Analis AM Capital.

Reza Priyambada, Head of Research Trust Securities, menduga pengunduran diri Nat membuka peluang keluarga Bakrie mempertahankan kongsinya dengan Samin Tan.

Boleh jadi, Nat tetap bertahan di Bumi Plc atau mengalihkan sahamnya ke pihak lain. "Bisa juga akan diambil Grup Bakrie maupun Samin Tan melalui perusahaan patungan mereka sehingga kepemilikannya semakin besar," kata Reza. (Narita Indrastiti /Kontan)

Ikuti perkembangannya dalam topik Kisruh Bumi

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau