Denmark terbuka superseries premier

Sony Selamat, Tommy Kalah WO

Kompas.com - 17/10/2012, 19:04 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Sony Dwi Kuncoro melaju ke babak kedua turnamen Denmark Terbuka Superseries Premier. Pemain Pelatnas ini berhasil mengandaskan pemain Jepang, Takuma Ueda, dalam pertarungan rubber game 15-21, 21-19, 21-13 dengan durasi 1 jam 12 menit, Rabu (17/10/2012).

Sony sempat berada dalam kondisi kritis di game kedua ketika Ueda, yang sejak game pertama selalu berada di depan dalam pengumpulan poin, sudah unggul 17-15. Tetapi, Sony bisa bangkit dan meraup empat poin secara beruntun untuk balik memimpin 19-17, sebelum menyudahi game tersebut dengan kemenangan 21-19.

Di game ketiga, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Sony. Sempat tertinggal 2-4, Sony langsung melejit dengan raihan delapan poin secara beruntun untuk unggul 10-4, yang membuat Ueda mengalami kesulitan untuk mengejar. Sony pun mengakhiri game ketiga ini dengan kemenangan 21-13 untuk maju ke babak kedua turnamen berhadiah 400.000 dollar AS ini.

Selanjutnya, Sony berpeluang besar menghadapi pemain veteran tuan rumah, Peter Hoeg Gade, untuk memperebutkan tiket menuju perempat final. Unggulan keenam ini baru akan bertanding melawan pemain India, Sourabh Varma.

Jika Sony lolos, lain halnya dengan Tommy Sugiarto. Putra mantan pebulu tangkis nasional, Icuk Sugiarto, ini kalah WO sehingga memberikan tiket secara gratis kepada pemain Malaysia, Tan Chun Seang, yang menunggu pemenang antara unggulan keempat dari Indonesia, Simon Santoso, melawan pemain Malaysia, Chong Wei Feng.

Masih ada satu tunggal putra yang belum bertanding, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka. Hayom akan bertemu pemain Jerman, Marc Zwiebler.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau