Rieke: Banyak Politisi Pakai Politik Porno

Kompas.com - 17/10/2012, 19:04 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Karut-marutnya perpolitikan di Indonesia karena banyak politisi yang memakai politik "porno", yakni politik yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Hal tersebut disampaikan Rieke Diah Pitaloka di depan ratusan mahasiswa dalam acara seminar nasional bertema Efektivitas Representasi Politik dalam Sistem Legislasi Nasional: Mempertanyakan Peran DPR RI dalam Isu Pelayanan Dasar Masyarakat, di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (17/10/2012).

Dalam acara yang digelar oleh program studi Ilmu Politik Universitas Brawijaya itu, Rieke menjelaskan, para politisi saat ini banyak yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan pribadi atau kelompok. "Gaya demikian disebut politik 'porno'. Itulah realitas yang terjadi saat ini," katanya.

Politisi dari PDI Perjuangan itu membeberkan bahwa saat ini juga banyak politisi yang menarik kepentingan umum (rakyat) ke ranah pribadi. Strategi tersebut, menurutnya, harus dicegah dan yang mencegahnya adalah para kaum muda yang paham betul tentang politik.

Dia juga berharap para generasi muda, terutama mahasiswa yang menempuh di fakultas ilmu politik serta para pengamat politik, tidak lagi berlagak layaknya seorang petinju yang bertarung di luar ring. Menurutnya, para aktivis jangan hanya mengkritik di luar parlemen, tetapi juga harus mampu masuk ke parlemen.

Sekali-kali, saran Rieke, para inetelektual dan akademisi harus datang dan sampaikan kritik serta solusi di dewan. Bahkan, mereka juga bisa ikut rapat di DPR agar tahu pasti kinerja DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau