JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan terus reli sejak awal pekan ini dan menggapai rekor-rekor tertingginya dalam sejarah. Akhir pekan ini tampaknya menjadi waktu bagi indeks untuk turun sebagai bagian dari konsolidasi. Apalagi semalam sentimen negatif datang dari bursa global.
Kinerja perusahaan raksasa Google yang di bawah ekspektasi membuat Wall street turun. Indeks Dow Jones melemah 0,06 persen, mengiringi jebloknya Indeks Komposit Nasdaq 1,01 persen dan Indeks S&P500 0,24 persen.
Kemarin, IHSG ditutup masih naik 19,44 poin (0,44 persen) ke level 4.356,97 dengan jumlah transaksi 10,46 juta lot atau setara Rp 4,98 triliun. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 644,58 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah ASII, BMRI, INDF, BBRI, dan BBNI. Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.599 per dollar AS.
Menurut riset eTrading Securities, kenaikan IHSG telah membuat stochastic sedikit melandai. Maka, untuk perdagangan hari ini IHSG akan mengalami sentimen variatif dengan kecenderungan konsolidasi.
Sejumlah analis mengingatkan, kenaikan indeks saham belakangan tidak diikuti dengan kenaikan volume transaksi. Apalagi hal yang sama juga tidak diikuti penguatan nilai tukar rupiah. Ini membawa potensi anjloknya indeks saham sewaktu-waktu jika investor asing mengambil posisi jual.
Support indeks di level 4.320 dan resistance 4.365. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah ISAT, ERAA,dan ASII.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang