Nih, Budidaya "Perennial" di Taman Sendiri!

Kompas.com - 19/10/2012, 11:43 WIB

KOMPAS.com - Perennial plants dikenal sebagai jenis tumbuhan yang mampu hidup selama bertahun-tahun. Beberapa jenis pohon dan semak termasuk dalam jenis tanaman ini.

Tanaman perennial juga dikenal dengan akar serabut yang mampu menahan tanah dari erosi. Selain mampu menahan erosi, memiliki tanaman jenis ini cenderung menguntungkan. Pasalnya, hanya dengan sedikit usaha, Anda dapat memperbanyak tanaman tersebut dengan cara mudah dan cepat.

Mudah diperbanyak

Contoh tanaman berjenis perennial yang dapat Anda tanam di rumah adalah Begonia Merah dan Tanaman Mosaik (Fittonia sp.). Untuk memperbanyak tanaman ini, Anda dapat melakukan proses perambatan.

Pertama-tama, guntinglah ranting tepat di bagian "simpul" yang mempertemukannya dengan batang utama. Biarkan daun yang berada di ranting tanaman Anda. Setelah itu, isi vas, gelas, atau toples dengan air dan masukkan sebagian ranting ke dalamnya. Inti dari proses ini adalah untuk menumbuhkan akar dari ranting.

Pilihlah wadah yang sempit untuk mempermudah Anda menyangga ranting. Untuk menumbuhkannya, pastikan Anda menaruh wadah berisi air dan ranting di dekat jendela yang terpapar sinar matahari.

Setelah akar sudah tumbuh sepanjang 4 cm, tanaman Anda telah siap untuk dipindahkah ke media tanam yang lebih solid, misalnya tanah. Jangan lupa sediakan pupuk bagi tanaman Anda.

Pisahkan perennial

Ketika tanaman perennial sudah ditanam cukup lama, akar-akar serabut yang berada di dalam tanah akan tumbuh tidak beraturan. Akar milik satu tanaman perennial dan tanaman lain dapat saling tertaut.

Hal ini memang memiliki efek buruk bagi tanaman lain tersebut. Tanaman dapat menjadi lemah dan kekurangan ruangan untuk bertumbuh. Untuk itu, Anda sebaiknya memisahkannya.

Ada beberapa indikator dapat Anda perhatikan untuk mengetahui kapan tiba waktunya harus memisahkan tanaman-tanaman pirennial ini. Pertama, ketika Anda menyadari jumlah bunga dan daun-daun kecil berkurang. Kedua, bagian luar tanaman lebih sehat dari bagian tengahnya. Ketiga, bagian tengah tangkai lemah atau bahkan mati.

Yang terakhir, tanaman tidak lagi memiliki ruang untuk bertumbuh. Cara memisahkan tanaman-tanaman ini cenderung mudah. Anda hanya membutuhkan cangkul kecil untulk mengangkat tanaman pirennial dari tanah, kemudian pisahkan menjadi beberapa bagian.

Tanam kembali bagian-bagian ini di lokasi baru. Perlakukan tanaman yang baru Anda pisah seperti ketika Anda baru menanam tanaman hasil perambatan. Selamat bercocok tanam!

(Sumber: http://www.homemadesimple.com) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau