Ratusan Guru di Bangkalan Tak Bisa Jawab Soal UKG

Kompas.com - 19/10/2012, 19:29 WIB

BANGKALAN, KOMPAS.com - Ujian Kompetensi Guru (UKG) tahap kedua yang diikuti sebanyak 2.730 guru dari semua tingkatan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan adanya ratusan guru yang tidak bisa menjawab soal-soal yang harus dikerjakan melalui sistem online di komputer.

Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Muhammad Kamil mengatakan, peserta UKG yang tidak bisa menjawab soal-soal itu didominasi guru sekolah dasar (SD). "Sejak hari pertama pelaksanaan UKG, ratusan guru SD hanya bisa menjawab 20 soal dari 100 soal yang diberikan," katanya, Jumat (19/10/2012).

Ditambahkan Kamil, guru yang tidak bisa menjawab soal-soal itu rata-rata yang sudah berusia 40 tahun ke atas dan tidak bisa mengoperasikan komputer. Sehingga dalam mengerjakan soal, mereka harus dibantu teknis pengisian jawaban oleh operator.

"Meskipun para guru itu tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan dalam UKG, tidak mempengaruhi terhadap kelulusan ujian. Pasalnya para peserta itu hanya untuk dipetakan saja," kata Kamil.

Khusus guru yang nilai UKG tidak sampai 100, maka mereka harus mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan. Tahun 2013 mendatang, semua guru yang sudah mengikuti pendidikan keprofesian berkelanjutan, akan ditindaklanjuti dengan lokakarya sosialisasi sesuai hasil pemetaan.

"Nanti semua guru yang akan mengikuti workshop dan pelatihan harus membawa laptop, sehingga apabila ada guru yang belum bisa IT, setidaknya bisa mengoperasikan komputer atau laptop," pungkas Kamil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau