10 Mahasiswa Unpam Resmi Tersangka

Kompas.com - 19/10/2012, 23:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya telah menahan 10 mahasiswa Universitas Pamulang dan satu orang alumnus universitas tersebut. Penahanan ini terkait dengan bentrok mahasiswa dan polisi menyusul aksi demo yang terjadi Kamis, (18/10/12) kemarin.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kesebelas orang itu, disimpulkan bahwa semuanya memenuhi unsur Pasal 213 Ayat 2 tentang Melawan Petugas, Pasal 335 tentang Perbuatan tidak Menyenangkan, Pasal 160 tentang Penghasutan dan Pasal 170 tentang Pengeroyokan.

"Khusus untuk tersangka RS ditambahkan UU Darurat karena membawa senjata tajam," ujar Rikwanto dalam pesan singkatnya, Jumat (18/10/12) malam.

Kesebelas mahasiswa ini masing-masing berinisial JC, HR, ES, BA, BM, EK, NC, EH, IR YR, IS, dan RS berasal dari fakultas dan angkatan yang berbeda-beda. Bahkan, YR yang menjadi penggerak demonstrasi kemarin sudah berstatus sebagai alumnus. Atas terpenuhinya unsur pidana tersebut, mereka pun resmi menjadi tersangka.

Mahasiswa Unpam melakukan berunjuk rasa untuk menolak kehadiran Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yang diundang mengisi kuliah umum di kampus tersebut. Demo yang tadinya berlangsung damai mendadak berubah ricuh dan berbuntut pada pelemparan kantor Polsektro Pamulang yang terletak di depan kampus oleh para mahasiswa.

Akibat aksi tersebut, lima aparat polisi dan dua mahasiswa mengalami luka ringan sehingga harus menjalani perawatan. Bukan hanya korban luka, kendaraan Fort Ranger yang mengawal Nanan dan sebuah mobil Toyota Soluna pun turut menjadi sasaran sehingga mengalami kerusakan. Buntut dari kericuhan kemarin, pihak rektorat Unpam meliburkan mahasiswanya dari kegiatan perkuliahan hari ini dan baru akan berlanjut Sabtu, (20/10/12) besok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau