Dewan Keamanan Kecam Serangan di Beirut

Kompas.com - 20/10/2012, 05:29 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com — Dewan Keamanan PBB mengecam keras serangan bom pada Jumat (19/10/2012), yang menewaskan delapan orang, termasuk seorang pejabat tinggi intelijen, dan melukai puluhan orang lainnya di Beirut, Lebanon.

"Anggota-anggota Dewan Keamanan mengecam keras serangan teroris pada 19 Oktober 2012 di Beirut, yang menewaskan Brigadir Jenderal Wissam al-Hassan," dalam pernyataan bersama ke-15 anggota Dewan Keamanan.

"Anggota Dewan Keamanan mengulangi kecaman tegas terhadap setiap upaya untuk merusak stabilitas Lebanon melalui pembunuhan politik dan menuntut diakhirinya penggunaan intimidasi dan kekerasan terhadap tokoh-tokoh politik," tegas DK PBB dalam pernyataannya.

Kecaman juga datang dari pemerintah Amerika Serikat, seperti disampaikan juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tommy Vietor. "Tidak ada pembenaran apa pun bagi penggunaan pembunuh sebagai alat politik," katanya, dalam mengecam "serangan teroris" itu.

"Keamanan dan stabilitas Lebanon sangat penting bagi rakyat Lebanon dan negara-negara tetangga," lanjutnya.

Vietor menambahkan, Washington akan mendukung Beirut untuk membawa orang-orang yang bertanggung jawab atas serangan barbar itu ke pengadilan.

Sebelumnya, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland menyatakan hal senada. "Itu bom mobil. Kami tidak punya alasan untuk tidak menyebutnya terorisme. Kami mengecam serangan terorisme," ujarnya.

Presiden Perancis Francois Hollande mendesak para pejabat Lebanon untuk melindungi negara itu dari semua upaya yang merusak stabilitas menyusul bom mobil di Beirut yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan orang lainnya.

"Kepala Negara (Perancis) menyerukan kepada para pejabat politik Lebanon untuk menjaga persatuan Lebanon dan melindunginya dari semua upaya merusak stabilitas, dari mana pun datangnya," kata Hollande dalam sebuah pernyataan, Jumat (19/10/2012).

Dia juga menyebut kematian Brigjen Wissam al-Hassan dalam peristiwa itu sebagai "kehilangan besar". Hollande memuji Al-Hassan sebagai orang yang mengabdikan diri pada negara, kestabilan, serta kemerdekaan Lebanon".

Hollande menegaskan kembali komitmen Perancis pada keamanan, stabilitas, kemerdekaan, dan kedaulatan Lebanon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau