Solusi tawuran

Perbaiki Pendekatan pada Anak di Rumah

Kompas.com - 20/10/2012, 11:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya aksi kekerasan pelajar membuat psikolog, A. Kasandra Putranto menyimpulkan keadaan sosial di negeri ini sedang berantakan. Analisa psikolog humas Ikatan Psikologi Klinis, bagian pengembangan ilmu dan profesi Asosiasi Psikologi Forensik ini mengungkapkan, cara pandang sebagian masyarakat sudah kacau, mereka menganggap tindakan anarkis yang sering dipraktikkan oleh sejumlah anak sekolahan di Jakarta adalah lazim dan wajar.

Problem psiko-sosial ini, lanjutnya, menjadikan pelajar makin akrab dengan kekerasan. Pelajar tak canggung lagi melakukannya.

"Tindakan anarkis, tawuran, seks bebas dan kriminologi itu semakin mudah diterima para pelajar kita. Mencari contoh masyarakat yang musyawarah, suka bergotong royong, dan toleransi itu susah, nggak ada itu?" ujar Kasandra kepada Kompas.com, Jumat (19/10/2012).

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Kasandra menyarankan peran keluarga, masyarakat, sekolah, media, aparat dan pemerintah mulai gencar untuk introspeksi dan memperbaiki keadaan dari diri sendiri.

"Saran psikologinya, semua pihak introspeksi dulu. kita hanya butuh resiliensi atau resistensi terhadap aksi tawuran, kekerasan, seks bebas dan kriminologi. Semua itu berasal dari rumah dulu, yaitu perbaiki pendekatan yang baik dengan anak-anak kita di lingkungan keluarga," katanya lagi.

Dengan begitu, ia mengajak kaum ibu untuk kembali ke rumah dan menjaga anak-anaknya.

"Ayo ibu-ibu kembali ke rumah, jaga anak kita. Tunjukkan yang baik pada mereka. Ayo sekolah tunjukan juga peningkatan siswa, bukan hanya akademis tapi juga sikap dan karakter mereka," ajaknya.

Selanjutnya, pihak sekolah pun diminta dapat memberikan perhatian lebih pada proses seleksi siswa dengan menggelar psikotes yang tidak hanya memeriksa IQ siswa saja, tetapi juga pemeriksaan emosional anak.

"Dengan begitu anak yang emosinya meledak-ledak dapat terdeteksi. Terlihat dari pemeriksaan itu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau