FIABCI Asia-Pasifik Ke-15 Resmi Digelar Hari ini

Kompas.com - 20/10/2012, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Sekretariat Regional Asia Pasific ke-15 resmi dibuka hari ini di Jakarta, Sabtu (20/10/2012). Pertemuan internasional itu dihadiri para anggota FIABCI dan kalangan pengusaha di industri real estat se-kawasan Asia Pasifik.

Organizing Chairman yang juga Sekretaris Jenderal FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat, Rusmin Lawin, mengatakan, pertemuan ini akan sangat penting bagi Indonesia untuk berbagi informasi mengenai masa depan pembangunan perumahan Indonesia. Apalagi, isu utama pertemuan kali ini didukung tema "Sustainable Housing Development Blue Print: Sharing Ideas And Experiences Within The Region".

"Tentu saja menarik, karena persoalan pembangunan perumahan dan kawasan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah kita yang belum selesai. Banyak hal bisa kita dapatkan dari pertemuan ini," ujar Rusmin dalam jumpa pers bersama para wartawan.

Ketua Badan Pertimbangan Realestat Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan, pertemuan FIBCI selain untuk bertukar informasi juga menjadi ajang belajar mengenai permasalahan perumahan dan solusinya. Dengan peserta dari Filipina, misalnya.

"Dengan mereka (Filipina) tentu banyak hal bisa digali, karena masalah mereka sama, bahkan backlog di sana lebih besar, yaitu sampai 15 juta," ujar Joko.

Sebelumnya, pertemuan FIABCI Sekretariat Regional Asia Pasific ke-14 berlangsung di Darwin, Australia tanggal 21-23 Maret 2012. Indonesia sendiri sudah beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan summit tersebut, yakni di Jakarta, Makassar, Medan, Batam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau