Copet Ikut "Ramaikan" Festival Kirab Budaya China Town

Kompas.com - 21/10/2012, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Euforia keramaian dalam acara festival ulang tahun Dewa Fat Cu Kung di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, menjadi kesempatan bagi para pencopet untuk melakukan aksinya di daerah tersebut. Beberapa warga mengaku kehilangan barang berharga saat berdesak-desakan melihat arak-arakan di China Town.

Arak-arakan dari berbagai bio (klenteng) yang dipenuhi antusias warga menjadi kesempatan besar bagi para pencopet. Salah satu pengunjung bernama Arlly mengaku baru menyadari telah kehilangan telepon selulernya saat kirab berlangsung.

"Di sini copetnya banyak banget, handphone saya tadi hilang," kata Arlly, salah satu pengunjung festival China Town di Petak Sembilan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (21/10/2012).

Tak hanya Arlly, Ketua RT 05/RW 03 Kelurahan Glodok, Riki, mengaku kehilangan dompet saat festival tersebut berlangsung. Di dalam dompet tersebut terdapat uang tunai dan kartu-kartu penting yang ia miliki.

Hal serupa diungkapkan Reni, salah seorang warga di daerah tersebut mengatakan tas yang ia bawa sempat disilet oleh orang yang tak dikenal. Untungnya tidak ada yang hilang dalam tas tersebut.

Pantauan Kompas.com, acara Festival Kirab Budaya dan Kirab Gotong Toapekong untuk memperingati ulang tahun Dewa Rejeki, Fat Cu Kung mendapatkan perhatian besar dari warga sekitar Petak Sembilan. Tak hanya warga Petak Sembilan, masyarakat dari Tangerang, Bekasi, Bali, Madura, Sulawesi juga turut memeriahkan acara ini.

Puncak keramain terjadi ketika Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara tersebut. banyak warga yang berdesak-desakan untuk bisa bersalaman dengan pria yang akrab disapa Ahok itu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau