Maskapai dengan Pramugari Waria Bangkrut

Kompas.com - 21/10/2012, 23:43 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan PC Air dari Thailand, yang diluncurkan beberapa bulan lalu dan heboh karena pertama kali mempekerjakan pramugari waria, dilarang beroperasi karena kesulitan keuangan. Kondisi ini membuat sejumlah penumpang PC Air tertahan di bandara Seoul, Korea Selatan.

"Maskapai ini memberi tahu Departemen Penerbangan Sipil pada hari Jumat bahwa mereka tak mengoperasikan penerbangan sewaan karena problem bisnis," kata Deputi Menteri Transportasi Thailand, Chadchart Sittipunt, kepada kantor berita AFP, Minggu (21/10/2012) di Bangkok. "PC Air akan dihentikan operasinya," ujar Chadchart.

PC Air menjadi berita utama pada awal tahun ini setelah mereka menggunakan empat pramugari waria sebagai awak kabin. PC Air yang mendapat publisitas tinggi mengoperasikan penerbangan sewaan dari Bangkok ke Hongkong dan beberapa kota tujuan di Asia.

Namun, maskapai milik pribadi itu semakin tidak populer sejak pekan lalu ketika satu-satunya pesawat miliknya tidak diizinkan lepas landas dari bandara Incheon, Seoul, karena tidak membayar jasa dan bahan bakar.

Pihak PC Air menyalahkan agennya di Korea Selatan yang tidak membayar semua tagihan tadi. Kondisi ini membuat ratusan penumpang PC Air terdampar dan tidak terurus di Seoul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau