Gangguan Jantung, Hasan Dirujuk ke Mekkah

Kompas.com - 22/10/2012, 01:40 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com — Hasan Ahmad Abdur Rozak (64) asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 80 SUB Surabaya dirujuk ke Balai Pengobatan Haji Indonesia di Mekkah karena mengalami gangguan jantung dan metabolis.

Kasie Pelayanan Kesehatan Daerah Kerja Jeddah dr Ananto Prasetya di Jeddah, Minggu (21/10/2012), mengatakan, Hasan adalah anggota kloter terakhir dari Surabaya atau penerbangan kedua terakhir jelang penutupan penerbangan haji di Jeddah.

Penerbangan terakhir adalah Garuda GA 8116, yang mengangkut dua kloter (gabungan), yakni LOP 15 dari Lombok dan BDJ 16 Banjarmasin, dan mendarat Sabtu pada 23.15 waktu Saudi atau 03.15 WIB.

Sementara itu, menjelang subuh, Siti Maesyarah (67), pemilik paspor A3721960 yang beralamat di Sekarbela Mataram, mengalami disorientasi dan berjalan sendirian menuju jalan pintu keluar bandara hingga ke pemeriksaan (check point).

Rinaldi, petugas pelayanan umum Daker Jeddah yang bertugas tadi malam, mengatakan, anggota Kloter LOP 15 dari embarkasi Lombok itu keluar bandara karena melihat menara masjid dan mendatanginya untuk shalat.

Ananto mengatakan, Siti sudah telanjur tertinggal dari rombongan. "Dia terlihat cemas. Mungkin mengalami dehidrasi, lalu kami antar ke Mekkah," kata Ananto, Minggu (21/10/2012).

Dia berulang kali mengingatkan kepada jemaah haji untuk sering-sering minum air putih karena penumpang bisa mengalami dehidrasi di ruang ber-AC di pesawat terbang.

Anjuran untuk memperbanyak minum air putih juga berlaku di Tanah Suci karena udara pada siang hari panas menyengat dan embusan angin kadang cukup kencang, tidak terasa cairan tubuh menguap.

Hingga hari ini semua jemaah sudah berada di Mekkah, termasuk Sulami Ahmad Kasbi (58) yang sebelumnya sempat dirawat di RS King Fahd, Jeddah, karena kencing manis.

Sulami tergabung dalam kelompok terbang MES 18 embarkasi Medan (Medan) dan terbang dengan pesawat Garuda GA3118 dan mendarat Rabu (10/10/2012) pukul 12.15 waktu Saudi lalu dirujuk ke RS King Fahd karena kadar gulanya cukup tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau