Timur tengah

AS Janji Bantu Lebanon Selidiki Bom Mobil

Kompas.com - 22/10/2012, 09:27 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS mengatakan akan membantu Lebanon menyelidiki pelaki bom mobil di Beirut Jumat (19/10/2012) lalu yang menewaskan Kepala Badan Intelejen Dalam Negeri, Wissam al-Hassan.

Menlu Hillary Clinton melalui telepon telah berbicara dengan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengutuk pembunuhan terhadap Jendral al-Hassan yang merupakan pengkritik keras kepemimpinan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Pembunuhan atas al-Hassan dan sejumlah pengawalnya menurut kelompok oposisi Lebanon merupakan kerja Suriah dan mereka mencela PM Mikati karena dianggap tak melakukan tindakan berarti mencegah serangan semacam ini terjadi.

Di pusat kota Beirut, ribuan orang melepas kepergian Wissam al-Hassan untuk dimakamkan pada hari Minggu (21/10) dan kemudian menggelar pawai menuju kantor PM Mikati meluapkan kemarahan atas tewasnya al-Hassan.

Kubu oposisi menyebut Mikati terlalu dekat dengan Presiden Assad dan sekutunya di Lebanon, kelompok militan Hisbullah.

Kantor berita Reuters melaporkan peserta aksi akhirnya bentrok dengan polisi setelah mengobrak-abrik pagar pembatas, mencabut kawat berduri dan melempari aparat dengan batu, botol dan besi.

Polisi membalas dengan menembaki udara serta melepas gas air mata ke arah massa.

Aksi akhirnya mereda setelah pimpinan kubu oposisi Saad al-Hariri menyerukan agar pendukungnya tenang.

Tembak-menembak

Sementara di selatan distrik Beirut sepanjang Minggu malam terdengar suara tembak-menembak.

Tidak diketahui dari mana kelompok yang saling bentrok itu berasal namun menurut saksi mata sekelompok pria menggunakan senapan dan granat peluncur roket melepas tembakan berbalasan.

Warga setempat mengatakan mendengar suara sirine ambulans meraung sekitar lokasi.

Belum ada laporan lanjut terkait siapa pelaku tembak-menembak dan apakah jatuh korban.

Tewasnya pimpinan intelejen internal Lebanon ini diperkirakan akan menciptakan krisis baru di negara itu sebagai dampak lanjutan dari krisis kemanusiaan dan kekerasan yang sedang berlangsung di Suriah.

Lebanon adalah salah satu negara tetangga terdekat yang menjadi sasaran pengungsi Suriah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau