Gedung Disegel, Siswa Belajar di Lapangan Bola

Kompas.com - 22/10/2012, 11:19 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 225 siswa SD Negeri 02 Kedungsalam dan SMP PGRI Kedungsalam 01, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpaksa belajar di lapangan sepakbola.

Dua gedung sekolah yang biasa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar, disegel keluarga dari Krijomedjo, yang tak lain adalah pemilik lahan tersebut. Pihak Krijomedjo meminta ganti kerugian senilai Rp 1 miliar kepada pemerintah.  Pasalnya, sudah selama 44 tahun dua gedung tersebut dipakai, namun pemilik tanah tak pernah mendapatkan ganti kerugian.

"Sejak gedung itu dibangun, tidak ada tuntutan dari ahli waris. Baru tiga tahun ini, anak cucu dari ahli waris yang menuntut ganti rugi," kata Mustari Abu Mustofa, Kepala Sekolah SMP PGRI 1 kepada Kompas.com, Senin (22/10/2012).

Walau gedung sudah disegel, baik siswa SD maupun SMP, tidak akan diliburkan. "Tetap masuk seperti hari biasa. Sementara, akan menempati lapangan ini. Atau nanti akan dicarikan tempat di rumah-rumah warga," katanya.

Soal status, lagi-lagi Mustari mengatakan hal itu bukan urusan sekolah, melainkan Pemerintah Kabupaten Malang. "Kita hanya bertugas mengajar siswa. tak mau ikut-ikut soal status tanah," katanya.

Pagi ini, ratusan siswa belajar di lapangan. Guru mengajar di hadapan para siswa duduk lesehan bertikar rumput.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau