Jokowi Batal Tinjau Lokasi Banjir Kampung Pulo

Kompas.com - 22/10/2012, 19:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dijadwalkan meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut info yang beredar, setelah mengunjungi Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, Jokowi akan meninjau lokasi banjir Kampung Pulo. Namun, karena ada urusan, ia urung membatalkan rencananya itu.

"Ini tadi saya ada urusan di Balaikota. Kalau enggak ada urusan, saya sudah dari Polda ke sana tadi," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (22/10/2012).

Saat ditanya ada urusan apa di Balaikota sehingga sampai membatalkan niatnya ke lokasi banjir Kampung Pulo, Jokowi enggan menjawabnya.

"Ah, mau tahu aja," elak Jokowi.

Namun, tutur Jokowi, peninjauannya ke lokasi banjir Kampung Pulo bisa ia lakukan kapan saja, tanpa perlu diketahui oleh yang lainnya.

"Mungkin bisa saja malam-malam nanti, saya tuh biasa kok malam-malam keluar," kata Jokowi.

Berdasarkan data di lapangan, korban banjir di Kampung Pulo sebanyak 562 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.556 jiwa. Jumlah tersebut merupakan bagian warga dari dua RW serta 34 RT di Kampung Pulo atau yang akrab disebut Kampung Banjir tersebut.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau