Idul kurban

Sejumlah Hewan Tak Layak

Kompas.com - 23/10/2012, 03:13 WIB

MAGALENG, KOMPAS - Sebagian ternak kambing dan sapi yang saat ini dijual sebagai hewan kurban untuk hari raya Idul Adha diidentifikasi dalam kondisi kurang sehat. Pengecekan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di sejumlah lapak ternak kambing, domba, dan sapi menemukan penyakit mata dan gatal-gatal di bagian mulut hewan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang Jhon Ch Manglaky mengatakan, sekalipun penyakit tersebut tidak menular ke manusia, masyarakat diimbau memilih membeli hewan yang kondisinya betul-betul sehat. ”Jika sudah terkontaminasi penyakit tertentu sebenarnya daging tersebut kurang layak dikonsumsi,” ujarnya, Senin (22/10).

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat memeriksa secara acak 436 kambing di Kota Pontianak yang dijual untuk kurban. Hasilnya, 344 kambing atau 78 persen dari kambing yang diperiksa tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Kambing-kambing itu tak layak dikurbankan karena sejumlah sebab, antara lain sakit, belum cukup umur, dan cacat. ”Hanya 92 ekor kambing yang memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Kami sudah memberi tanda pada kambing yang bisa menjadi hewan kurban dan mana yang tidak bisa,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Abdul Manaf Mustafa.

Selain memeriksa kambing, petugas juga memeriksa sapi. Hasil pemeriksaan terhadap 62 ekor sapi menunjukkan delapan ekor di antaranya tidak memenuhi syarat menjadi hewan kurban. ”Saya minta masyarakat melihat tanda yang sudah kami pasang pada hewan yang dijual untuk kurban,” kata Manaf.

(EGI/AHA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau