JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet wushu Jawa Tengah peraih medali emas PON Riau 2012 nomor sansho, Jaryati menolak masuk pelatnas SEA Games 2013, Myanmar karena alasan pribadi.
Sekum Pengprov Wushu Indonesia (WI), Jawa Tengah, Heni Setyowati pada wartawan di Semarang, Senin (22/10/2012), mengatakan, Jaryati memang sudah mendapat surat panggilan masuk pelatnas tetapi karena alasan pribadi, yang bersangkutan tidak bersedia.
Menurut Heni dirinya tidak tahu pasti alasan priibadi yang membuat Jaryati menolak bergabung dengan Pelatnas SEA Games. Beberapa faktir, lanjut Heni, bisa menjadi alasan yaitu rencana pernikahan atau faktor usia.
"Karena yang bersangkutan memutuskan untuk tidak berangkat ke pelatnas, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Heni menambahkan, dalam program pelatnas SEA Games, setiap nomor pertandingan di cabang ini masing-masing dihuni dua atlet yang merupakan peraih medali emas dan perak PON Riau.
Sejauh ini Heni belum mendapat informasi lebih lanjut soal penolakan Jaryati ini. Dia juga belum mengatahui apakah Jaryati akan diganti atlet lain.
"Tetapi yang jelas, peraih emas dan perak PON Riau dipanggil masuk pelatnas," tandas Heni.
Pada PON Riau 2012, Jaryati -yang mantan atlet karate- menjadi penyelamat Jawa Tengah di cabang wushu karena menjadi satu-satunya peraih emas dari cabang wushu.
Pada partai puncak, Jaryati yang turun di kelas 52 kilogram tersebut berhasil mengalahkan wakil Sumatera Utara Junita Malau dengan angka 2-0.
Sebelum beralih ke cabang olahraga wushu, Jaryati yang menekuni cabang olahraga karate berhasil meraih medali perak dan perunggu pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang