BIREUEN, KOMPAS,com — Tanggul pengaman Pantai Pusong hingga Ujong Blang, sepanjang tujuh kilometer, terancam longsor. Pasalnya, banyak tangan-tangan jahil yang mengumpulkan batu pengunci pada break water sehingga berdampak gerusan terhadap rencana badan jalan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, gerusan pada timbunan badan jalan lingkar di kawasan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tampak longsor di beberapa tempat yang diakibatkan pengambilan batu pengunci pada pasangan batu pengaman pantai oleh pihak-pihak tertentu. "Batu pengunci ini berfungsi untuk mengikat batu-batu besar," kata T Zahedi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe, Senin (22/10/2012).
Longsor dimaksud terjadi setelah batu-batu pengunci itu diambil, kemudian membentuk pori-pori yang menggerus badan jalan apabila hujan mengguyur atau air laut pasang. "Tanah timbun di belakang pengaman pantai tergerus, dan bisa berakibat fatal jika jalan sudah dibangun," tambah Zahedi. Meski demikian, kemungkinan longsor tersebut tidak terjadi dalam tempo singkat karena belum terbebani kendaraan yang hilir mudik. Akan tetapi, setelah rampung dan dilintasi, maka longsor bisa dipastikan terjadi.
Menurut pengakuan Zahedi, pengaman pantai yang dibangun Pemkot Lhokseumawe beberapa tahun lalu bertujuan untuk mengamankan badan jalan lingkar Kota Lhokseumawe yang sedang dalam tahap merintis pembebasan lahan. "Pembangunan jalan lingkar ini memang sudah menjadi rencana prioritas pemkot, di samping membangun akses Desa Pusong ke Desa Ujong Blang sebagai aset wisata kota, khususnya bagi Kecamatan Banda Sakti," sambungnya.
Kendati tidak mengusut pihak mana yang mengumpulkan batu-batu pengunci tersebut, ia mengimbau agar masyarakat dapat memahami dampak dari tindakan mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang