Bireuen

Batu-batu Kecil Dicuri, Tanggul Pengaman Pantai Longsor

Kompas.com - 23/10/2012, 10:34 WIB

BIREUEN, KOMPAS,com — Tanggul pengaman Pantai Pusong hingga Ujong Blang, sepanjang tujuh kilometer, terancam longsor. Pasalnya, banyak tangan-tangan jahil yang mengumpulkan batu pengunci pada break water sehingga berdampak gerusan terhadap rencana badan jalan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, gerusan pada timbunan badan jalan lingkar di kawasan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tampak longsor di beberapa tempat yang diakibatkan pengambilan batu pengunci pada pasangan batu pengaman pantai oleh pihak-pihak tertentu. "Batu pengunci ini berfungsi untuk mengikat batu-batu besar," kata T Zahedi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe, Senin (22/10/2012).

Longsor dimaksud terjadi setelah batu-batu pengunci itu diambil, kemudian membentuk pori-pori yang menggerus badan jalan apabila hujan mengguyur atau air laut pasang. "Tanah timbun di belakang pengaman pantai tergerus, dan bisa berakibat fatal jika jalan sudah dibangun," tambah Zahedi. Meski demikian, kemungkinan longsor tersebut tidak terjadi dalam tempo singkat karena belum terbebani kendaraan yang hilir mudik. Akan tetapi, setelah rampung dan dilintasi, maka longsor bisa dipastikan terjadi.

Menurut pengakuan Zahedi, pengaman pantai yang dibangun Pemkot Lhokseumawe beberapa tahun lalu bertujuan untuk mengamankan badan jalan lingkar Kota Lhokseumawe yang sedang dalam tahap merintis pembebasan lahan. "Pembangunan jalan lingkar ini memang sudah menjadi rencana prioritas pemkot, di samping membangun akses Desa Pusong ke Desa Ujong Blang sebagai aset wisata kota, khususnya bagi Kecamatan Banda Sakti," sambungnya.

Kendati tidak mengusut pihak mana yang mengumpulkan batu-batu pengunci tersebut, ia mengimbau agar masyarakat dapat memahami dampak dari tindakan mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau