Telan 359 Kapsul Hasish, WN Rusia Dituntut 11 Tahun

Kompas.com - 23/10/2012, 20:37 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Sergei Chernykh (43), seorang warga Rusia yang berusaha menyelundupkan 359 kapsul berisi hasish seberat 695 gram dengan cara ditelan, dituntut 11 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri, Denpasar, Selasa (23/10/2012).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ketut Sujaya menyatakan, Sergei terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai perantara jual beli narkoba.

"Kejahatan terdakwa bisa mengakibatkan puluhan ribu manusia menjadi pemakai narkotika," ujar JPU Ketut Sujaya saat membacakan tuntutannya di depan ketua majelis hakim Gunawan Tri Budiono.

Selain hukuman 11 tahun penjara, JPU juga menuntut Sergei dengan denda Rp 1 miliar dan jika tidak membayar hukuman ditambah 1 tahun penjara lagi.

Seperti diberitakan, Sergei dibekuk petugas Bea Cukai Ngurah Rai setibanya dari Kuala Lumpur menggunakan pesawat Malaysia Airlines pada 26 April silam. Setelah diperiksa, petugas menemukan benda mencurigakan di dalam perutnya. Petugas Bea Cukai kemudian mengeluarkan benda mencurigakan dalam perut Sergei dan menemukan 359 kapsul berisi hasish seberat 695 gram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau