Bob Schieffer dari CBS menjadi moderator pada debat ketiga atau terakhir antara Romney dan Obama di Universitas Lynn, Boca Raton, Florida, AS, Senin (22/10) malam waktu setempat.
Romney menekan Obama soal kekacauan politik di Libya, Mesir, dan Suriah. Dia juga menyerang Obama karena tidak singgah di Israel dalam kunjungan pertamanya sebagai presiden ke Timur Tengah.
Romney bahkan menuduh Obama tidak punya strategi dan melemahkan posisi AS dengan pengurangan anggaran militer dan pengurangan senjata. Ia pun mengingatkan bahwa dalam empat tahun terakhir, Iran terus melakukan pengayaan nuklir dan tidak berhasil diredam.
Di Suriah, kata Romney, terjadi tragedi kemanusiaan dengan kematian 30.000 orang dan 300.000 warga Suriah terpaksa mengungsi. Ini seharusnya
Mantan Gubernur Negara Bagian Massachusetts itu mencanangkan AS yang kuat dengan penambahan lapangan pekerjaan dan penguatan kelas menengah. Ia berjanji akan mengubah keadaan empat tahun terakhir.
Romney menekankan Arab harus dibebaskan dari ekstremisme, dirangkul menuju demokrasi, dan dibangun secara ekonomi. Menurut dia, saat ini gerakan Al Qaeda justru merambah ke mana-mana.
Ada beberapa isu yang dia sepakat dengan Obama, termasuk penyerbuan terhadap pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, dan penjungkalan Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir.
Obama menyerang balik dengan mengatakan, kebijakan ekonomi dan luar negeri yang dia tawarkan tidak asal adu kuat, mengandalkan perang, dan mendikte. Menurut capres petahana dari Partai Demokrat itu, sebelum dia menjabat presiden, AS telah kehilangan sekutu, bermasalah di Irak dan Afganistan, serta dibenci dunia.
”Selama satu dekade sebelum menjabat, AS bermasalah juga soal penanganan terorisme. Osama tidak kunjung ditangkap,” kata Obama. Namun, kini, lanjut Obama, AS telah menarik pasukan dari Irak serta membuat Irak dan Afganistan mandiri. Dengan semua masalah utama itu selesai, kata Obama, dia akan bisa fokus pada strategi pembangunan kembali AS.
Tentang Israel, Obama menyerang Romney secara implisit. ”Saya ke Israel bukan menghadiri acara penggalangan dana,” kata Obama. Ia menyindir kunjungan Romney ke Israel beberapa waktu lalu yang bertujuan menggalang dana.
Obama mengatakan bahwa AS yang kuat tidak semata-mata harus menambah anggaran pertahanan. Hal yang penting adalah efektivitas dan efisiensi.
Obama juga menyebut Romney tidak kredibel dan tidak jelas pendiriannya soal kebijakan luar negeri, serta sekadar melanjutkan kebijakan mantan Presiden George W Bush yang ”gegabah dan salah”.
David Gergen, pengamat politik dari Universitas Harvard, mengatakan, Obama tampil piawai. Harian Los Angeles Times menyebut Obama lebih siap debat.
Sebaliknya, Senator Rob Portman dari Partai Republik mengatakan, Romney memiliki strategi yang jelas.
Jajak pendapat CBS menunjukkan 53 persen responden menyatakan Obama unggul dari Romney, yang hanya meraih suara 23 persen. Jajak pendapat CNN menunjukkan Obama unggul 48 persen atas Romney
Obama, menurut Reuters/ Ipsos, menjadi favorit presiden berikutnya dengan dukungan