Berdasarkan keterangan yang dihimpun pada Selasa (23/10), aliran sungai rawan banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, Jawa Tengah, serta Kabupaten Sleman, DIY, kini dalam pantauan serius.
Terdapat delapan sungai di lereng Gunung Merapi yang kini diawasi petugas. Sungai-sungai tersebut adalah Kali Woro (Klaten), Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong (Sleman), Kali Putih, Kali Krasak, (Magelang), serta Kali Senowo dan Kali Oki di Kabupaten Boyolali, Jateng.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwana Permana mengingatkan, ketika musim hujan mencapai puncaknya, dikhawatirkan aliran sungai itu menjadi jalur banjir lahar dingin sisa material letusan Gunung Merapi dua tahun lalu.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Selasa (23/10), di Yogyakarta mengatakan, ancaman lahar Merapi masih akan terjadi di sisi barat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebab, ciri material di kawasan ini didominasi abu sehingga lahar dingin mudah mengalir apabila terguyur air hujan.
Sementara itu, potensi terjadinya aliran lahar dingin di sisi selatan Merapi cenderung kecil karena sifat material vulkanik di daerah ini lebih kasar dan berat.
Surono sendiri memprediksi material vulkanik Merapi pascaerupsi tahun 2010 baru turun sekitar 30 persen dari total material yang mencapai kisaran 140 juta meter kubik.
Meski demikian, berapa pun jumlah material vulkanik Merapi yang tersisa, menurut Surono, ancaman lahar dingin kini gampang dideteksi. Dengan begitu, ancamannya bisa ditanggulangi sejak awal.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif menambahkan, pengalaman erupsi Merapi tahun 2010 telah menjadi pembelajaran bersama. Dengan berbagai pengalaman dan pengembangan teknologi, alat Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta kini sudah bisa mendeteksi jauh-jauh hari sebelum ancaman lahar dingin ataupun erupsi datang.
Penduduk diingatkan waspada setiap kali hujan deras berlangsung di puncak Gunung Merapi.
Penduduk yang berada dalam radius daerah bahaya terbanyak ada di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Klaten. Aliran Kali Woro melintasi lima desa dengan jumlah penduduk lumayan padat. Lima desa itu terdiri dari Desa Borangan, Sapen, Ngemplakseneng, Kendalsari dan Desa Sukorin.
Di lima desa itu sekitar 700 keluarga bertempat tinggal dekat dengan aliran Kali Woro. Bila terjadi banjir lahar dingin ketika hujan berlangsung, penduduk setempat harus mengungsi secepatnya ke daerah yang aman. Jumlah penduduk di daerah rawan di Klaten itu belum termasuk sebanyak 165 keluarga korban erupsi dan bencana lahar dingin yang menolak direlokasi.
Sehari setelah dinyatakan Siaga, awan putih masih terlihat mengepul di puncak Gunung Raung, di Jawa Timur, Selasa. Gempa tremor pun terus terjadi. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Raung masih beraktivitas seperti biasa.
Dari pantauan, asap putih masih tampak mengepul dari puncak Gunung Raung. Asap tersebut mengarah ke arah selatan atau Jember. Namun, menjelang siang, kepulan asap tidak lagi bisa dideteksi karena puncak Gunung Raung tertutup awan putih. Gempa tremor juga terus terjadi. Amplitudo gempa bahkan naik dari maksimal 30 menjadi maksimal 32 mm.