Buruh Konvoi Keliling Monas

Kompas.com - 24/10/2012, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah buruh yang akan berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta mulai memadati Jalan Medan Merdeka Selatan. Pantauan Kompas.com, saat ini para buruh bergerak menuju Patung Kuda samping Jalan Thamrin.

"Kami tunggu teman-teman di sana, setelah semuanya datang, kami akan beraksi bersama," kata seorang koordinator lapangan, Sumarno.

Beberapa rombongan buruh berkonvoi menggunakan sepeda motor dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda lalu mengelilingi Monas. "Hidup buruh," seru para buruh sambil melambaikan bendera oraganisasi buruhnya. Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan pun mulai tersendat karena kehadiran para buruh dan banyaknya kendaraan yang diparkir di pinggir jalan, khususnya di depan Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Aparat kepolisian dari Polrestro Jakarta Pusat tampak berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

Diberitakan sebelumnya, para buruh yang terhimpun dalam Forum Buruh DKI akan melakukan aksi massa pada Rabu (24/10/2012) pukul 10.00. Rencananya para buruh ini akan mendatangi Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Para buruh kembali mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo agar menaikkan upah minimum regional (UMR) yang dinilai tidak seimbamg dengan pemenuhan kebutuhan hidup di Jakarta.

"Forum Buruh DKI akan melakukan aksi massa pada Rabu, 24 Oktober 2014, pukul 10.00, di Balai kota DKI Jakarta. Agenda: menolak upah murah. Menuntut Jokowi untuk menaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta per 1 Januari 2013. Aksi akan melibatkan 5.000 pekerja/buruh," demikian undangan yang disampaikan Koordinator Forum Buruh DKI Winarsono.

Untuk mengantisipasi terhambatnya arus lalu lintas di sekitar Balai Kota DKI Jakarta, Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono mengimbau masyarakat DKI Jakarta untuk menghindari sejumlah daerah di sekitar Balai Kota. "Hendaknya masyarakat menghindari Balai Kota DKI (Jalan Medan Merdeka Selatan), Bundaran HI, Bundaran Air Mancur, Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara di, DPR RI & Kemnakertrans di Jalan Gatot Subroto), Kedubes Jepang, Kedubes Korsel di Jalan MH Thamrin, PN Jakpus (Jalan Gajah Mada), Kemen Ekuin di Jalan Dr Wahidin, Kemkes di Jalan HR Rasuna Said, dan Kemnakertrans di Jalan Gatot Subroto," kata Wahyono dalam pesan singkatnya.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

DEMO BURUH

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau