Pelaku dan Korban Penembakan Cidodol Tak Saling Kenal

Kompas.com - 24/10/2012, 15:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih menelusuri motif di balik peristiwa penembakan di Jalan Cidodol Raya yang berujung tewasnya Liong Lenny Ernawati (45), pengusaha kelontong di Pasar Kebayoran Baru.

Kapolres Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan, dari hasil pemeriksaan atas saksi utama yang tak lain adalah suami korban Sin Harjo Budiarta (44), antara saksi dan komplotan pelaku tidak saling kenal.

"Berdasarkan pemeriksaan kami, mereka tidak saling kenal. Suami korban sedang kami periksa. Kami mintai keterangan dan informasi," terang Kombes Wahyu di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2012) siang.

Penyidik masih belum bisa memastikan motif penyerangan tersebut. Saat ini, penyidik sedang mendalami keterangan tiga saksi yang telah dimintai keterangannya. "(Motif) sedang kita dalami. Saat ini kita di-back-up Polda Metro Jaya," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, belum terlihat ada petunjuk ke arah motif perampokan yang biasanya dilakukan dengan modus memepet kendaraan korban. Karena itu, kemungkinan adanya motif-motif lain masih terus ditelusuri.

Berita terkait peristiwa ini bisa diikuti dalam liputan Penembakan di Cidodol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau