Budaya

Suku Maya Guatemala Tolak Ramalan Kiamat

Kompas.com - 25/10/2012, 08:34 WIB

GUATEMALA CITY, KOMPAS.com — Suku Maya Guatemala menuduh pemerintah negeri itu memanfaatkan mitos hari kiamat versi kalender Maya untuk keuntungan finansial.

"Kami menentang penipuan, kebohongan dan manipulasi kebenaran, dan menjadikan kami alat untuk mendapatkan keuntungan. Mereka tak mengatakan yang sebenarnya soal siklus waktu," kata Pemimpin Aliansi Suku Maya Oxlaljuj Ajpop, Felipe Gomez.

Gomez meminta lembaga-lembaga turisme memikirkan ulang soal ramalan hari kiamat, yang dia gambarkan sebagai sebuah pertunjukan yang menghina budaya suku Maya.

"Siklus waktu suku Maya berarti akan terjadi perubahan besar terhadap diri seseorang, keluarga dan komunitas, akan terwujud keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam," papar Gomez.

Kini, Oxlajuj Ajpop, tengah menggelar ajang yang bagi mereka dianggap sakral di lima kota untuk menandai "akhir zaman" ini. Gomez meminta Kementerian Kebudayaan Guatemala cukup bijaksana untuk mendukung selebrasi yang benar ini.

Kalender kuno suku Maya terdiri atas 18 bulan dan masing-masing bulan terdiri atas 20 hari. Dalam kalender kuno itu, terdapat satu bulan suci "Wayeb" yang hanya terdiri dari lima hari.

Selain itu, dikenal juga "Baktun" unit terbesar dalam satu siklus waktu, yaitu sekitar 400 tahun. Siklus waktu terbesar terdiri atas 13 Baktun, atau sekitar 5.200 tahun.

Belakangan ini, banyak film dan dokumenter yang mengangkat isu ramalan kalender Maya kuno terkait hari Kiamat yang "diyakini" terjadi pada 21 Desember 2012 mendatang.

Isu menakutkan ini justru menjadi ajang sejumlah negara dan perusahaan untuk menangguk keuntungan dari sektor wisata.

Kementerian Kebudayaan Guatemala bahkan menggelar acara besar-besaran di ibu kota, Guatemala City, yang diharapkan dihadiri 90.000 orang untuk "menyambut" hari kiamat. Sejumlah biro wisata bahkan menyediakan paket khusus bertemakan hari kiamat.

Lebih dari separuh dari 15 juta penduduk Guatemala adalah keturunan suku Maya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau