Cukup Tidur, Tapi Kenapa Ngantuk Saat Kerja?

Kompas.com - 25/10/2012, 09:36 WIB

TANYA :

Dok, saya merasakan sering kelelahan dan mengantuk di saat waktu kerja. Saya juga sering diberitahukan teman kalau saya kadang suka tiba-tiba tertidur dan mendengkur keras.  Saya sungguh malu dengan hal ini. Padahal, saya merasakan tidur saya setiap malam cukup. Apa yang terjadi dengan saya? Mungkin saya mengalami gangguan tidur atau memang tidur saya yang tidak berkualitas? Bagaimana mengatasi hal ini dok? Bagaimana caranya untuk mengetahui tidur saya berkualitas atau tidak?

(Darwis, 41, Medan)

 

JAWAB :

Dear Pak Darwis,

Gejala mendengkur, rasa lelah dan mengantuk di siang hari adalah gejala-gejala kemungkinan seseorang mengalami OSA (obstructive sleep apnea yaitu henti nafas waktu tidur).

Jadi, meskipun jumlah jam tidurnya cukup tapi belum tentu kualitas tidurnya baik karena bila kita mendengkur maka asupan oksigen (O2) ke badan kitapun menjadi kurang sehingga badan kita tidak akan merasa segar saat bangun tidur.

Untuk mengetahui benar tidaknya, Bapak mengalami OSA ada baiknya Bapak melakukan sleep study terlebih dahulu.

 
Dijawab oleh : dr. Lanny S. Tanudjaja

 Informasi lebih lanjut hubungi : 021 – 27625500 ext. 1000 Sleep Clinic - Rs. Premier Bintaro

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau