Pakistan

Polisi Tetapkan Tersangka Penembak Malala

Kompas.com - 25/10/2012, 16:32 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kepolisian Pakistan akhirnya menetapkan tersangka utama penembak aktivis remaja, Malala Yousafzai, Kamis (25/10/2012).

Polisi kini tengah memburu Atta Ullah Khan (23), seorang mahasiswa kimia Universitas Jahanzeb dari Distrik Swat, lokasi Malala diserang.

Sebelumnya, polisi sudah menahan ibu, saudara laki-laki dan tunangan Khan. Polisi juga menahan enam orang lainnya yang diduga terlibat penembakan itu.

Sementara itu, Kepala Universitas Jahanzeb, Alam Zeb, mengatakan Khan memberikan data soal kelahiran yang berbeda ke pihak universitas.

"Kami mengutuk penembakan itu dan saya terkejut salah seorang mahasiswa kami terlibat penembakan itu," kata Alam Zeb.

Malala (15), yang ditembak Taliban karena memperjuangkan hak anak-anak perempuan bersekolah, kini menjadi simbol perlawanan terhadap Taliban.

Dia kini dirawat di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Birmingham. Pihak rumah sakit mengatakan kondisi Malala semakin membaik sejak dipindahkan dari Pakistan.

Kini, dia sudah bisa berdiri meski masih harus dibantu.
"Malala juga sudah kembali bisa berkomunikasi," kata Dr Dave Rosser, Direktur Medis Rumah Sakit Universitas Birmingham NHS Foundation Trust.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau