Yuk ke Karnival Wisata 2012

Kompas.com - 25/10/2012, 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat-tempat wisata Indonesia mulai dilirik oleh para wisatawan internasional. Sepanjang tahun 2012, terdapat lebih dari 5 juta wisatawan asing datang mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua.

Menurut United Nation World Tourism Organization (UNWTO), perkembangan sektor pariwisata Indonesia merupakan yang terbaik di Asia selama 10 tahun terakhir. Dengan berkembangnya sektor pariwisata, selain mengundang banyak wisatawan, juga menarik ivestor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Untuk mempromosikan wisata Indonesia digelar Karnival Wisata 2012. Ini merupakan pameran wisata bertaraf internasional, menghadirkan berbagai pernik wisata seperti hotel & resort, tour & travel, industri, pendidikan, pengelola rumah sakit, pengelola pariwisata lokal dan asing, serta pengusaha makanan dan minuman.

"Kami sadar pariwisata telah menjadi industri besar yang tidak kalah dengan industri lainnya. Bahkan negara-negara maju di belahan Eropa sangat mengandalkan pariwisata dalam meraup devisa," ungkap James D. Pany, Excutive Director PT Abby Global Network, dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Kamis (25/10/2012).

Karnival Wisata 2012 bertemakan "Tourism in One" ini akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2012 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta yang diselenggarakan oleh  PT Abby Global Network bekerja sama dengan MNC Channels. Melalui acara ini diharapkan dapat menjadi ruang yang tepat untuk menawarkan yang terbaik bagi para calon wisatawan.

Menurut James, dengan makin berkembangnya industri pariwisata akan muncul banyak persaingan, baik oleh para pengelola tempat wisata serta daerah-daerah yang menjadi lokasi tempat wisata tersebut.

"Tentu saja akan ada persaingan yang selalu menantang daya kreatifitas di setiap negara untuk bisa menjadi yang terunggul di bidang pariwisata ini. Oleh karena itu diperlukan kerja sama yang kuat bagi semua pihak agar Indonesia bisa menjadi yang terbaik, setidaknya di Asia Tenggara," kata James. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau