KEDIRI, KOMPAS.com - Dinas Petenakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menurunkan enam tim untuk mengawasi kualitas daging kurban saat penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1433 Hijiriyah ini.
Tim yang beranggotakan petugas penyuluh lapangan serta dokter hewan tersebut terbagi dalam 26 lokasi penyembelihan hewan kurban yang tersebar di 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri. Mereka bertugas memantau kelayakan daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat.
"Kita pantau jangan sampai ada misalnya organ hati bercacingnya, atau organ dalam lainnya yang rusak sampai jatuh dan dikonsumsi oleh manusia," kata Sri Suparmi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Jum'at (26/10/2012).
Jika ada temuan seperti itu, Sri Suparmi menambahkan, dinas akan menyarankan kepada pengelola penyembelihan agar membuang daging yang tidak layak tersebut. Sebab, daging tersebut tidak bagus bagi kesehatan manusia. "Misalnya ditemukan cacing pada organ dalamnya. Ini yang berbahaya karena cacing pita tidak mati jika hanya dimasak sekedarnya, " imbuhnya.
Sementara dari pengamatan di beberapa titik itu, Sri Suparmi menambahkan, belum ada laporan yang masuk terkait adanya daging kurban yang bermasalah atau tidak layak konsumsi. " Sejauh ini masih berjalan baik, kondisi daging juga cukup bagus," kata Sri Suparmi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang