JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, melakukan efisiensi dan realokasi anggaran. Jika tidak, program-program yang dibuat terancam tidak bisa dilaksanakan.
Dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2012), ICW menyatakan, kapasitas fiskal Jakarta yang mencapai Rp 44 triliun akan habis untuk membayar pengadaan barang dan jasa tanpa hasil optimal.
"Dari analisis yang dilakukan ICW dan Perkumpulan Prakarsa, terdapat beberapa program dan mata anggaran yang bukan hanya terlalu mahal, tetapi juga tidak perlu. Misalnya pengadaan seragam dinas hingga miliaran rupiah," kata Danang Widoyoko dari ICW.
Alokasi itu bisa digunakan untuk pembangunan rumah susun, penambahan armada bus Transjakarta, pengendalian banjir, serta pembuatan kartu sehat dan kartu pintar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang